Lilissz_
Lorong itu sempit-cukup untuk saling melihat, tapi tidak cukup untuk saling mendekat. Setiap langkah yang berpapasan hanyalah jeda singkat, di antara detik yang tak pernah mereka punya sepenuhnya.
Ada tatapan yang ingin bertahan lebih lama.
Ada kalimat yang selalu berhenti di ujung bibir.
Dan ada jarak yang tak pernah benar-benar berpindah, meski hati mereka diam-diam mencarinya.
Karena kadang, yang memisahkan bukanlah dinding atau pintu...
melainkan keberanian yang tak pernah sempat mereka genggam.
-"Jaraknya cuma satu lorong... tapi rasanya sejauh itu."-