NCT right here
20 stories
Tulisan Sastra✔ oleh Tenderlova
Tenderlova
  • WpView
    Membaca 16,162,359
  • WpVote
    Suara 1,771,742
  • WpPart
    Bagian 31
[SUDAH TERBIT] "Sahara, hidup itu perihal menyambut dan kehilangan. Kamu tahu lagu Sampai Jumpa-nya Endank Soekamti, kan? ya kira-kira begitu lah. Tapi kamu tahu alasan kenapa manusia punya perasaan? sebab itu adalah satu-satunya cara kamu mengingat dengan kesan yang tak habis-habis. Jadi jangan terlalu sedih jika menemukan kehilangan-kehilangan lainnya. Sedihlah seperlunya, lalu ingat bahwa sebenarnya kamu tidak benar-benar kehilangan. Sesuatu itu abadi dalam kenang yang kamu bawa dalam perasaanmu. Sampai sini paham, kan?" "Sastra, kamu lupa tentang satu hal. Semakin singkat suatu cerita, semakin dalam luka yang tertoreh. Kehilangan memang akan terus terjadi. Tapi kalau boleh aku memilih, aku belum siap kehilangan kamu." Catatan: baca cerita ini di rumah aja, jangan ditempat umum. Demi keselamatan kita bersama. Terima kasih. Copyright© Tenderlova, 2020 LovRinz Publishing Hak cipta dilindungi undang-undang.
ECHO IN THE FOREST ✔ [TERBIT] oleh dimplesfeel
dimplesfeel
  • WpView
    Membaca 244,977
  • WpVote
    Suara 28,650
  • WpPart
    Bagian 34
Gema nyaring yang berdegung mengitari ruang keluarga siang itu seperti petir yang menyambar Rajuna tiba-tiba. Bukan karena kata-kata kasar nan menyakitkan yang Kakaknya Gatra pekikkan, namun masa depan yang telah ia bayangkan bersama orang-orang tersayang telah hancur seiring gema nyaring yang Gatra lontarkan melebur bersama segala pasrah yang ia tahan. Namun penyesalan yang nyaris datang terlambat itu justru membuat semua fakta-fakta baru yang Gatra tidak pernah tau muncul kepermukaan. Tentang apa yang benar-benar terjadi pada keluarganya, dan juga sebesar apa sang Adik memperjuangkan eksistensinya. Tw// mcd Child abuse ©Dimplesfeel
Dream Launch Project oleh renitanozaria
renitanozaria
  • WpView
    Membaca 3,011,848
  • WpVote
    Suara 428,006
  • WpPart
    Bagian 35
(Completed) "The art of dying is the art of living. The honesty and grace of the years of life that are ending is the real measure of how we die. It is not in the last weeks or days that we compose the message that will be remembered, but in all the decades that proceeded them. Who has lived in dignity, dies in dignity." -Sherin B. Nuland "Dasar anak-anak sontoloyo." itu kalimat sakti Pak Terry setiap kali dia dibikin pusing oleh ulah Injun, Jeno dan Nana. Kalimat yang bukan hanya gerutuan samar, namun tanda kekesalan berbalut rasa sayang dan kepedulian. Jika cerita adalah lagu yang terurai tanpa nada namun dengan kata, maka kisah ini adalah senandung cinta dari tiga bocah pemuja kucing, pecandu kopi dan penadah sarkasme untuk Tertius Senandika, guru yang sampai kapanpun tak akan henti mereka kagumi.
Tinta Terakhir ✔  oleh Lilpudu
Lilpudu
  • WpView
    Membaca 1,996,992
  • WpVote
    Suara 231,978
  • WpPart
    Bagian 29
[Sudah dibukukan, part lengkap] versi novel bisa dipesan melalui shopee : penerbit.lovrinz01 Bagi Wisnu, hal yang paling menyakitkan adalah ketika dihadapkan dengan perpisahan. Karena mau bagaimana pun caranya, bagaimana pun keadaanya, perpisahan adalah hal yang paling Wisnu benci. Copyright- Lilpudu, 2O21
Choi and Choi ✔ oleh hinamorihika_
hinamorihika_
  • WpView
    Membaca 753,964
  • WpVote
    Suara 88,011
  • WpPart
    Bagian 38
Kisah empat anak Choi dengan empat rupa kelakuan diluar nalar yang selalu membuat Siwon mengusap dada. "Kalau dijual, laku tidak ya?" 𝐁𝐫𝐨𝐭𝐡𝐞𝐫𝐬𝐡𝐢𝐩 𝐅𝐚𝐦𝐢𝐥𝐲!𝐀𝐔
Linier [Babu Lee] oleh GwenXylona
GwenXylona
  • WpView
    Membaca 155,085
  • WpVote
    Suara 21,691
  • WpPart
    Bagian 47
"Saya ini orang kaya 7 turunan 8 tikungan 9 tanjakan 10 belokan 11 nyemplung jurang, mati deh nyemplung jurang" - Opung yang maunya dipanggil Oppa. "Kita itu nggak tahu siapa mereka, Jun. Bahkan yang ada didekat lo pun, belum tentu lo tahu siapa dia atau mereka. Kita nggak bisa memahami orang lain, jangankan orang lain, lo sendiri aja kadang nggak paham sama diri lo sendiri" "Hidup memang seperti itu kan? Kesalahan yang sebenarnya nggak dilakukan bisa jadi masalah besar betulan. Padahal dulu gue sempat percaya kalau hidup itu nyata, bukan sekedar fatamorgana. Sekarang nggak lagi. Permisi" Nggak ada yang tidak mungkin, nyatanya 4 anak adam yang otaknya digadai kemarin sore terus nggak bisa nebus lagi dan akhirnya dibiarin hidup tanpa otak bisa nyatu disebuah rumah mewah peninggalan Kakek-kakek tajir yang telah membuat rumah di surga. Hanya kisah si indihome Jaemin, si diam-diam menghanyutkan Renjun, Jeno, dan Haechan. Kesamaan mereka hanya dua, gender sama otaknya agak snewen alias sengklek. Pada akhirnya, mereka tetap satu arah melangkah bersama meninggalkan duka. _______________________________________________ Linier!! Writen by : GwenXylona Start : 15 Maret 2021 Finish : 3 April 2022 Copyright ©2021
Pelukan Untuk Jian oleh Littlefairyyyy12
Littlefairyyyy12
  • WpView
    Membaca 1,304,915
  • WpVote
    Suara 177,585
  • WpPart
    Bagian 57
[End] Angannya menjadi sebuah karya, namun nyatanya ia hanyalah rangkaian takdir, takdir yang berusaha dilupakan. "Jian pengen deh, ulang tahun, dapat pelukan dari Papa, Mama, Kak Jovan dan Kak Jerian...." Start - 2021, february 21 End - 2021, October 9
When this rain stops || NCT dream x 127 [END] oleh bshskosufhf
bshskosufhf
  • WpView
    Membaca 893,753
  • WpVote
    Suara 134,388
  • WpPart
    Bagian 65
"Dulu, ada seorang anak yang pintar dan selalu membuat orang tuanya bangga. Anak itu terus mendapat juara olimpiade dan selalu mendapatkan peringkat pertama di sekolahnya." "Lalu keluarga anak itu bangkrut dan kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Anak itu lantas tuli dan kini hidup miskin." "Kini keluarganya yang tersisa hanya seorang nenek yang lumpuh, dan Hyung yang sangat membencinya." "Lalu setelah mendapat uang yang banyak..." "Anak itu bunuh diri." "Tamat." "Bagaimana? Apakah ceritaku bagus?" Ucap Jaemin sambil tersenyum tulus.
Dari ayah, untuk abang ✔  oleh Lilpudu
Lilpudu
  • WpView
    Membaca 1,291,686
  • WpVote
    Suara 189,611
  • WpPart
    Bagian 28
[ Part lengkap ] Tidak peduli bagaimana tubuh itu di terpa angin, hujan, ombak, bahkan badai sekalipun. Punggung Ayah akan tetap menjadi yang ter-kokoh, meski kadang lutut itu membentur tanah berkali-kali, namun nyatanya dengan senyuman tulus ia kembali bangun, berdiri seperti tidak ada rasa sakit. Copyright- Lilpudu, 2O21