cicymicyn
Ada tinta untuk menorehkan cerita cinta.
Ada Sinta dengan ceritanya tentang cinta.
Cinta tidak pernah datang secara mulus dalam kehidupan Sinta.
Sinta tahu betul banyak kekurangan dalam dirinya.
Dia akan egois, pemarah, dan keras kepala ketika berpacaran.
Sinta selalu percaya setiap persepsi adalah benar. "Everything has their own reason.."
Gagal dua kali dalam urusan cinta, membuat Sinta Zevanka kapok untuk memulai lagi.
Iya, Sinta lelah memulai semuanya dari AWAL.
Dirinya berharap cerita dari dongeng-dongeng tentang happly ever after benar-benar nyata.
Dirinya butuh sosok yang mencintainya sungguh-sungguh, sabar lebih tepatnya. Benar-benar jatuh cinta padanya tanpa syarat - meski dirinya akan memberi banyak syarat, rela berkorban demi dirinya secara utuh - meski akhirnya dia tahu dirinya sendiri akan sangat egois, dan segalanya yang menyatakan arti 'Cinta' yang sesungguhnya.
Sampai akhirnya seorang Sinta bisa buta karena cinta. Bucin. Budak Cinta. Buta Cinta.
Dirinya dibuat galau setengah mati pada laki-laki yang datang dalam hidupnya dan mampu membuat Sinta tidak lagi egois, belajar memahami bahwa cinta sesulit itu untuk dipahami secara sepihak. Keduanya harus bekerja sama untuk membangunnya. Kegalauan memenuhi hati Sinta. Galau menentukan pilihannya.
"Gue gak mau nunggu lo jatuh cinta sama gue. Gue mau kita bangun cinta."
"Aku kasih kamu setangkai bunga mawar palsu, why? Bukan karena palsunya, tapi sama kaya mawar plastik ini dia gak akan layu termakan waktu."
Bak sihir kalimat-kalimat itu mampu memantrai pertahanan hati Sinta hingga runtuh.