Lowinterval_
Perfect Disaster
Semua orang mencintaimu.
Atau setidaknya, itulah yang selalu terlihat dari luar. Senyummu sempurna, kata-katamu manis, dan caramu berjalan seolah dunia memang diciptakan untuk mengikutimu. Kamu percaya itu. Kamu yakin itu.
Aku pertama kali melihatmu dari kejauhan-berdiri di tengah kerumunan, bercahaya tanpa sadar bahwa cahaya itu membakar siapa pun yang terlalu dekat.
Kamu tidak jahat.
Kamu hanya tidak peduli.
Dan entah kenapa... itu membuatku tertarik.
Aku berbeda. Aku tahu caranya menjadi "baik". Aku tahu kapan harus tersenyum, kapan harus mengangguk penuh empati, kapan harus mengatakan kalimat yang tepat agar orang lain merasa dimengerti. Mereka tidak tahu bahwa di balik tatapan itu, aku kosong.
Saat mereka hancur, aku mengamati.
Saat mereka menangis, aku belajar.
Bukan untuk menolong-
tapi untuk memahami bagaimana manusia runtuh dari dalam.
Kamu menghancurkan dunia orang lain tanpa menoleh ke belakang.
Aku merangkai kehancuran itu, mengamatinya, menikmatinya dalam diam.
Suatu hari, pandangan kita bertemu.
Tidak ada senyum palsu.
Tidak ada topeng.
Untuk pertama kalinya, aku merasa terlihat.
"Kita sama," katamu ringan, seolah itu bukan pengakuan yang berbahaya.
Aku tertawa pelan.
"Tidak. Kamu kehancuran yang disembah. Aku kehancuran yang bersembunyi."
Kamu mendekat, tidak tersinggung-justru tertarik.
Dan saat itu aku tahu, dunia tidak akan aman jika kita berjalan beriringan.
Tapi justru karena itulah...
kita sempurna.
Karena hanya kehancuran yang bisa mengenali kehancuran lain tanpa rasa takut.
"Kamu adalah bencana," bisikku.
Kamu tersenyum.
"Dan kamu memilih untuk tetap tinggal."
Halo ini cerita readwrite yang di tulis sendiri oleh nong jj, aku usahain buat translate setiap ada new chapter, dengan bahasa yang mudah di pahamin 🥕🖤