IrwanBajang's Reading List
6 Geschichten
Estetika Sajak von filsuvia
filsuvia
  • WpView
    GELESEN 234,617
  • WpVote
    Stimmen 10,474
  • WpPart
    Teile 91
Namun sebenarnya bagian mana yang bisa kurindukan darimu? Bahkan menatap matamu pun aku tidak bisa. Bagian mana yang harus kurindukan darimu? Bahkan saling bertegur sapa pun kita tidak pernah. Bagian mana lagi yang mesti kurindukan darimu? Jika sampai detik ini pun kau tidak pernah tahu perasaanku padamu. -filsuvia
Perpustakaan Dua Ubin (Fragmen Cerita) von MuhidinMDahlan
MuhidinMDahlan
  • WpView
    GELESEN 314
  • WpVote
    Stimmen 13
  • WpPart
    Teile 7
Tentang seorang lelaki yang melatih diri sekuat-kuatnya menjadi manusia kota yang paripurna dengan ruang kota yang makin mahal tiap jengkalnya disertai serangkaian tuntutan gaya hidup sehat yang ditawarkan video-video internet. Tentang seorang lelaki yang bersumpah untuk menjadi manusia digital yang paripurna dengan membuat serangkaian percobaan perpustakaan yang kemudian menggegerkan Perpustakaan Daerah dan para kolektor buku berbahan kertas. Memoar tentang seorang lelaki yang membuat Anda merenung apa arti buku bagi kehidupan. Juga, bahaya yang menyertainya.
Sang Presiden dan Buku Puisi Kesedihan von IrwanBajang
IrwanBajang
  • WpView
    GELESEN 269
  • WpVote
    Stimmen 7
  • WpPart
    Teile 1
Suatu sore yang masih panas di hari Jumat, Sang Presiden itu akhirnya mundur dari jabatannya. 27 tahun lebih 6 bulan ia memerintah dengan tangan besi yang menyala. Di hari ke-14 demonstrasi rakyat, ia menyerah. Hari itu kekuasaanya usai sudah. Aksi mogok makan telah membuat 412 pemuda pingsan. Rumah sakit penuh. Tak kuat dengan desakan negara-negara jiran, Sang Presiden diktator mengumumkan pengunduran dirinya: "Demi rakyat yang selalu saya cintai. Saya mengundurkan diri sebagai presiden, menyerahkann jabatan saya pada Partai Oposisi Rakyat untuk mengambil alih pemerintahan. Terima kasih, rakyatku." Rakyat bergembira sore itu. Pesta digelar di segenap pelosok negeri. Jalan raya dipenuhi rakyat yang bernyanyi, menari, bergembira dan berpesta. Malam harinya, sebuah berita mengagetkan terdengar: Sang Presiden mati gantung diri di dalam kamarnya.
Neraka Kecil: Selalu ada neraka bagi setiap laki-laki von IrwanBajang
IrwanBajang
  • WpView
    GELESEN 269
  • WpVote
    Stimmen 5
  • WpPart
    Teile 4
Ada banyak dendam. Kau bisa menyimpannya atau menuntaskannya segera. Jika kau menyimpannya, ia akan tumbuh sebagai api. Terus menerus menyala. Jika kau ingat sesekali saja, ia akan membakar isi kepalamu. Ia membakar dadamu dan seluruh sendirimu. Mungkin kau bisa meninju tembok, menghajar pohon pisang atau melempar bantal untuk memadamkannya. Tapi kau tahu, ia tak akan pernah benar-benar padam. Jika kau menuntaskannya. Barangkali kau perlu melakukannya dengan cara yang lebih menyakitkan. Lebih jahat. Misalnya, kau bisa membuat tuli sahabat yang pernah minfitnahmu di depan sahabatmu yang lain. Caranya? Kau bisa menemuinya, menampar telinganya sekeras mungkin, atau membawa air keras dan menjejalkan sampai penuh di telinganya. Kau juga bisa membuatnya gegar otak dengan menghantam kepalanya ke tembok. Menimpuknya dengan batu bata, lalu kau segera berlari pergi meninggalkan jejak. Tidak boleh ada yang tahu di tempat yang penuh dengan hukum ini. Balas dendam adalah kejahatan, meskipun kau tahu, itu adalah hakmu. Tapi kau memang akan susah membalas untuk satu dendam ini. Dendam pada bapak kandungmu! Kau ingin membuatnya pincang? Kau mau membuatnya gegar otak? Kau pasti takut. Kau tahu, kau banyak berhutang budi, hutang hidup bahkan. Semua orang juga tahu itu. Maka beban-beban moral itulah yang menghalangimu. Andai saja kau bisa membuang dan melupakan hutang-hutang itu, barangkali sudah lama kau benamkan bapakmu ke dalam sumur. Atau kau potong kemaluannya. Atu kau bakar rumahnya. Tapi kamu memang--seperti kebanyakan orang--tidak berani. Kau belum merasa menjadi manusia bebas. Bahkan kau belum berani menukar jiwamu pada iblis. Maka sekarang. Kau tersiksa sendiri dengan api yang menyala dalam dadamu itu.
Sebuah Cara Menjadi Hantu von IrwanBajang
IrwanBajang
  • WpView
    GELESEN 110
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 1
Sebuah pesan pendek masuk. Kubuka segera. Transaksi perbankan rupanya. Debit bertambah. Bonus dari obral pujianku di ruangan tadi. Lalu sebuah sms dengan cepat menyusup melanjutkan pesan operator bank tadi. "Cek saldomu. Kerjamu bagus. Terima kasih sudah menulis yang bagus dan berbicara yang tak kalah bagus. Nanti malam jumpa di tempat biasa." Hanya kubalas emoticon senyum dan OK.
Lelaki yang Menunggu Bayi von someonefromthesky
someonefromthesky
  • WpView
    GELESEN 2,233
  • WpVote
    Stimmen 153
  • WpPart
    Teile 1
Seorang lelaki yang sedang menunggu persalinan istrinya bertemu dengan lelaki lain yang misterius.