nightfallady_
- Reads 1,053
- Votes 94
- Parts 50
"Apa kau percaya takdir?"
"Tidak. Takdir hanyalah nama lain dari pilihan."
Percakapan-percakapan sederhana itu terdengar ringan, hampir seperti gurauan.
Namun waktu, yang selalu mendengar lebih saksama dari siapa pun, menyimpannya sebagai pertanda.
Mereka tumbuh di bawah langit yang sama, duduk di bangku besi tua yang mulai berkarat oleh hujan, berbagi rahasia yang tak pernah benar-benar mereka pahami.
Yang satu memandang dunia sebagai teka-teki yang harus dipecahkan.
Yang lain memandangnya sebagai penyakit yang harus disembuhkan meski obatnya mungkin pahit.
"Jika suatu hari aku menghilang, apa kau akan mencariku?"
"Selama aku masih bisa berpikir, aku akan menemukannya."
Musim semi tak pernah bertahan lama.
Dan beberapa janji, betapapun tulusnya, diuji oleh pilihan yang tak dapat ditarik kembali.
Ini bukan hanya kisah tentang dua nama.
Ini tentang cahaya dan bayangan yang lahir dari pertemuan yang sama.
Tentang musik yang pernah dimainkan berdua,
dan tentang satu nada yang akhirnya harus dilanjutkan sendirian.
.
.
.
"In another life, Sherly?"
"In another life, huh?"
"..."
"Sure, in another life, Liam"
_____
Every Saturday night's new post, when the night grows quiet ✨🌕
_____
♟️🎩🌹🎻