Takdirhati's
13 stories
Alliance of Hearts by Takdirhati
Takdirhati
  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
Lucía Del Castillo kembali ke Spanyol setelah bertahun-tahun di Kanada, hanya untuk mendapati perusahaan keluarganya berada di ambang kehancuran. Demi menyelamatkan semuanya, ayahnya sepakat menjodohkannya dengan pewaris keluarga Aragonés-keluarga paling ditakuti dan dihormati di Madrid. Alejandro Aragonés, putra sulung yang dingin dan keras, tidak pernah menginginkan istri. Namun tradisi keluarga memaksanya menikahi Lucía gadis yang ia anggap terlalu muda, terlalu polos, dan terlalu jauh dari dunianya yang penuh bayangan. Pernikahan mereka berlangsung tanpa senyum. Rumah Aragonés dipenuhi aturan ketat, rahasia kelam, dan amarah yang tidak pernah terucap. Lucía kesulitan bernapas di bawah tekanan, sementara Alejandro terus menjaga jarak... hingga sebuah serangan misterius hampir merenggut nyawa Valerio, adiknya. Di balik tragedi itu, Lucía menemukan bahwa keluarga Aragonés menyimpan lebih dari sekadar kekuasaan. Ada pengkhianatan, luka masa lalu, dan musuh yang meneror mereka dari dalam. Ketika reputasi keluarga hancur dan Alejandro membahayakan diri demi melindungi semua orang, Lucía mengambil langkah yang tak pernah ia bayangkan melawan balik, menantang musuh, dan menabuh perang demi nama Aragonés. Di tengah semua badai itu... cinta yang tidak pernah mereka pilih perlahan tumbuh. Menyakitkan. Kacau. Dan tak terhindarkan. Ini bukan kisah cinta biasa. Ini adalah pernikahan paksa yang berubah menjadi peperangan... dan akhirnya, rumah.
Amber And Violet by Takdirhati
Takdirhati
  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 10
Sayap Timur Kota - Kediaman Alvarez Mentari baru menyembulkan cahaya ketika sebuah mobil hitam berhenti di depan mansion luas bergaya arsitektur neoklasik. Pintu dibuka oleh seorang pria bermata abu-abu tajam-Dario Castillo, tangan kanan yang tidak pernah terlihat... kecuali ketika bahaya telah menyentuh batas. Di dalam ruangan utama, seseorang berdiri membelakangi jendela, wajahnya tertutup bayangan pagi. Namun bahkan siluetnya saja sudah cukup membuat seseorang merasa perlu menurunkan bahu. Hector Alvarez. Mata amber itu menatap kota dari ketinggian, penuh perhitungan, penuh kontrol. Ia tidak berbicara, tidak bergerak, namun udara di sekelilingnya seakan menahan nafas. Di sofa, sesosok perempuan duduk sambil memeluk bantal kecil Nazaria Velez Alvarez. Senyum lembutnya menjadi kontras sempurna bagi suasana tegang yang selalu mengelilingi kakaknya. "Hector..." suaranya lirih, seperti selalu takut mengganggu ketenangan pria itu. "Kau bangun terlalu pagi." Hector tidak menjawab. Ia jarang menjawab sesuatu yang tidak memengaruhi dunia. Namun tatapan matanya sedikit turun ke arah adiknya sekilas saja, cukup untuk menunjukkan bahwa ia mendengar. Dario melangkah mendekat. "Ada pergerakan dari pihak Salvatierra," ujarnya pelan. Ruangan itu membeku sepersekian detik. Bukan ancaman. Bukan perang. Tetapi sesuatu. Sesuatu yang cukup membuat Hector mengangkat sedikit dagunya. "Mereka bergerak?" suaranya datar. "Ya, Tuan." Hector tersenyum kecil senyum yang jarang terlihat. "Baik. Kita lihat apa yang mereka inginkan." Dan hanya begitu, sebuah keluarga raksasa mulai bersiap. 🍁🍁🍁
The Voice Behind The Silence (END)  by Takdirhati
Takdirhati
  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 17
Seorang pria dingin, dominan, dan berbahaya bertemu dengan perempuan cerewet, bawel, namun penuh energi. Pertemuan mereka terjadi bukan karena pilihan, melainkan keadaan yang memaksa. Dua dunia yang berlawanan, keheningan yang penuh misteri dan keributan yang penuh kehidupan beradu, bentrok, namun perlahan saling melengkapi.
ASLAN ZAYED AL HAKEEM by Takdirhati
Takdirhati
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 7
Lengan kekar itu melipat sajadah yang baru saja ia gunakan untuk menunaikan salat Subuh. Setelahnya, ia tak kembali merebahkan tubuh. Langkahnya justru mengarah ke balkon apartemen tinggi yang sunyi, tempat angin dini hari menyentuh kulit dan langit masih menyisakan cahaya pucat bulan yang hampir tenggelam. Ia berdiri di sana, menatap langit dengan sorot mata yang dalam mata indah khas Turki yang ia warisi dari sang ibu, berpadu dengan perawakan tegas milik ayahnya. Darah Indonesia dan Turki mengalir bersamaan di tubuhnya, membentuk sosok yang tampak tenang di luar, namun menyimpan riuh di dalam. Pria itu menetap di Kuwait, negeri pasir dan minyak, tempat ia menjadi salah satu pendiri perusahaan besar yang namanya disegani. Kekuasaan, harta, dan pengaruh bukan lagi sesuatu yang ia kejar semua itu datang bersamaan dengan kesendirian yang tak pernah benar-benar pergi. Minggu depan, jadwal kepulangannya ke Indonesia telah menanti. Dalam setahun, ia pulang dua kali ke tanah kelahiran ayahnya, dan tiga kali ke Turki tanah ibunya. Meski tak pernah mengucap secara gamblang kecintaannya pada Turki, Sefa Akram Sahim, sang ibu, tahu betul putranya menyimpan rindu paling dalam pada negeri itu. Orang tuanya tinggal terpisah. Ayahnya di Indonesia, bersama istri keduanya. Ibunya di Turki, sendirian. Sefa adalah istri pertama, perempuan yang memilih menjauh, bukan karena benci, melainkan karena lelah menahan perih. Statusnya masih istri, namun hatinya menolak untuk terus terluka oleh kenyataan yang sama. Ia memilih kesunyian, ketimbang harus tersenyum di hadapan lelaki yang membagi cintanya. Dari istri kedua ayahnya, lahirlah seorang putra lain lebih muda tiga tahun darinya. Hubungan darah yang sah, namun jarak batin yang tak pernah benar-benar terjembatani. Pria berdarah Turki itu kini berusia tiga puluh tiga tahun. Namanya Aslan Zayed Al Hakeem. Putra dari Sefa Akram Sahim.