Takdirhati
- OKUNANLAR 111
- Oylar 1
- B ölümler 14
Sayap Timur Kota - Kediaman Alvarez
Mentari baru menyembulkan cahaya ketika sebuah mobil hitam berhenti di depan mansion luas bergaya arsitektur neoklasik. Pintu dibuka oleh seorang pria bermata abu-abu tajam-Dario Castillo, tangan kanan yang tidak pernah terlihat... kecuali ketika bahaya telah menyentuh batas.
Di dalam ruangan utama, seseorang berdiri membelakangi jendela, wajahnya tertutup bayangan pagi. Namun bahkan siluetnya saja sudah cukup membuat seseorang merasa perlu menurunkan bahu.
Hector Alvarez.
Mata amber itu menatap kota dari ketinggian, penuh perhitungan, penuh kontrol. Ia tidak berbicara, tidak bergerak, namun udara di sekelilingnya seakan menahan nafas.
Di sofa, sesosok perempuan duduk sambil memeluk bantal kecil Nazaria Velez Alvarez. Senyum lembutnya menjadi kontras sempurna bagi suasana tegang yang selalu mengelilingi kakaknya.
"Hector..." suaranya lirih, seperti selalu takut mengganggu ketenangan pria itu.
"Kau bangun terlalu pagi."
Hector tidak menjawab.
Ia jarang menjawab sesuatu yang tidak memengaruhi dunia.
Namun tatapan matanya sedikit turun ke arah adiknya sekilas saja, cukup untuk menunjukkan bahwa ia mendengar.
Dario melangkah mendekat.
"Ada pergerakan dari pihak Salvatierra," ujarnya pelan.
Ruangan itu membeku sepersekian detik.
Bukan ancaman.
Bukan perang.
Tetapi sesuatu.
Sesuatu yang cukup membuat Hector mengangkat sedikit dagunya.
"Mereka bergerak?" suaranya datar.
"Ya, Tuan."
Hector tersenyum kecil senyum yang jarang terlihat.
"Baik. Kita lihat apa yang mereka inginkan."
Dan hanya begitu, sebuah keluarga raksasa mulai bersiap.
🍁🍁🍁