RirenSirena
- Reads 4,556
- Votes 328
- Parts 4
#D' Agler Series 1
Zander Agler lahir sebagai pewaris.
Sejak kecil, hidupnya dipenuhi pelajaran tentang kekuasaan, pengendalian, dan bagaimana memenangkan sesuatu tanpa harus berdiri di garis depan. Ia tidak pernah diajari bagaimana caranya mencintai, hanya bagaimana caranya mendapatkan apa yang ia inginkan. Bagi Zander, emosi adalah sesuatu yang harus dikendalikan, bukan dirasakan. Terlalu banyak perasaan hanya akan membuat seseorang lemah.
Ia terbiasa berjalan setengah langkah di belakang adiknya. Bukan karena ia kalah, tapi karena ia memilih berada di sana. Adiknya berbicara, tampil, dan disebut sebagai pewaris utama. Sementara ia mengamati, menyusun, dan memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.
Di keluarga Agler, ia dikenal sebagai bayangan.
Bukan karena ia tidak terlihat, melainkan karena ia memang tidak ingin terlihat.
Julukan itu tidak lahir dari ketidakhadirannya, melainkan dari caranya bekerja. Zander jarang terlihat, tapi setiap keputusan besar selalu berawal dari pikirannya. Ia bukan wajah keluarga Agler, melainkan arah di baliknya. Ia hidup dengan prinsip sederhana: siapa yang paling berisik jarang menjadi yang paling berbahaya.
Dalam hidupnya, manusia hanyalah alat. Hubungan hanyalah kesepakatan. Dan Perempuan, selama ini, tidak lebih dari hiburan yang datang dan pergi tanpa makna.
Sampai satu nama muncul di tempat yang seharusnya tidak ada.
Alesya.
Putri Rion, orang kepercayaan ayahnya. Seorang gadis yang tumbuh jauh dari dunia gelap keluarga Agler. Terlalu polos. Terlalu bersih. Dan justru karena itu, terlalu berisiko untuk dibiarkan begitu saja.
Awalnya, Zander hanya ingin mengawasinya. Memastikan Alessia tidak menjadi celah yang bisa dimanfaatkan orang lain. Tapi tanpa ia sadari, rasa ingin tahunya berubah menjadi keinginan.
Bukan keinginan yang sederhana.
Melainkan keinginan untuk memiliki.
Dan Zander tahu satu hal dengan sangat pasti, jika ia sudah menginginkan sesuatu, ia tidak akan berhenti sampai itu menjadi miliknya.