Anayasyaa
- Membaca 404
- Suara 84
- Bagian 22
Satu detik bisa mengubah segalanya.
Satu detik tawa di lorong sekolah, langkah ringan dihalaman,lalu.... hening.
Nesya terbaring di ranjang rumah sakit, kepalanya mengeluarkan banyak darah dan nafasnya tertangkap di monitor dengan ritme yang rapuh.
Bima duduk di lorong rumah sakit dan menggenggam tangannya, matanya memerah, dan memohon sesuatu keajaiban datang kepada Nesya.
Senja menunduk, matanya memerah, menahan air matanya,di sampingnya ada Aerin yang sedang menenangkan Senja. Sementara Aldo dan Langit saling bertukar pandang,tak tahu harus berbuat apa.
Seluruh dunia seakan berhenti untuk mereka. Setiap tawa, rahasia,bahkan mimpi mimpi yang mereka kejar bersama-semua terasa rapuh dalam satu momen ini.
"Gue mohon sya,jangan tinggalin gue.."
-Abima Raditya Kaelric