tehkotakmadu
Pertemuan mereka berawal dari dunia roleplayer, sebuah tempat di mana identitas hanyalah karakter dan perasaan seharusnya tetap profesional. Namun siapa sangka, percakapan ringan dan interaksi di balik layar justru menumbuhkan sesuatu yang lebih nyata dari sekadar peran.
Keduanya sama-sama dewasa, matang dalam berpikir, dan punya banyak kesamaan-dari selera musik, cara pandang hidup, hingga gaya bercanda yang membuat para penonton nyaman dengan duo roleplayer mereka. Semua berharap mereka akan bertahan lama di dunia itu... tanpa tahu bahwa di balik layar, hati mereka mulai saling jatuh.
Namun, cinta tak selalu mudah.
Perbedaan agama yang mereka miliki menjadi tembok besar di antara rasa yang tumbuh. Ditambah jarak antar pulau yang memisahkan, membuat keduanya bertanya-apakah cinta cukup kuat untuk menembus batas keyakinan dan jarak?
Mereka sama-sama pernah gagal, sama-sama takut terluka, namun juga sama-sama yakin bahwa quality time bukan hanya soal tatap muka-melainkan tentang hadir di waktu yang tepat, bahkan dari jauh.
Di antara dunia virtual dan kenyataan, mereka belajar bahwa cinta bisa hadir di tempat paling tak terduga... tapi juga menuntut keberanian untuk memilih: bertahan dengan hati, atau melepaskan demi keyakinan.