SSHAWAA
- Reads 187
- Votes 51
- Parts 12
Puisi-puisi di buku ini lahir dari hati yang sering ngobrol sama semesta, tentang luka yang nggak selalu bisa diceritain, dan harapan yang diam-diam tumbuh di balik gelap.
Nggak ditulis buat kelihatan keren atau estetik, tapi karena kadang, nulis adalah satu-satunya cara buat bilang, "aku masih waras, walau dunia rasanya chaos."
Semoga tiap kalimat yang kamu baca bisa jadi pelukan halus, tempat kamu rebahan sebentar dari ribetnya hidup, atau sekadar pengingat, kalau kamu nggak sendiri dalam ngerasa kosong, bingung, atau penuh.
Makasih ya, udah nyempetin buka halaman ini. Semoga hatimu nemu sesuatu di antara spasi dan jeda.