mkyk_0's Reading List
3 stories
Unseen Tears by omi9u_
omi9u_
  • WpView
    Reads 112,602
  • WpVote
    Votes 6,925
  • WpPart
    Parts 39
[BUKAN BL] Kehadiran Jian tak pernah diinginkan siapapun. Dianggap sebagai anak cacat dan pembawa sial, dia tak pernah punya tempat untuk pulang. Genre: Drama Rating: Moderate for ableism, depression, and violence
[✔] Bad Idea, Professor! ( TIAN-ZIYU ) by AmaryllisAlice
AmaryllisAlice
  • WpView
    Reads 25,525
  • WpVote
    Votes 3,042
  • WpPart
    Parts 16
Zi Yu hanya ingin melarikan diri dari rutinitas dan kesepian. Ia menyukai pria pintar, Tapi ternyata teman kencannya adalah dosennya sendiri. Dan sialnya mereka sama-sama tidak mau berhenti. Ini hanya kisah romansa gila yang saling menelan. WARNING! ⚠️ CERITA INI MENGANDUNG ADEGAN SEKSUAL. HARAP BIJAK DALAM MEMBACA, JIKA TIDAK SUKA DENGAN GENRE SEPERTI INI BISA DISKIP⚠️
[END] 𝗕𝗔𝗕𝗬 𝗖𝗛𝗜𝗪𝗘𝗜 : TIANZIYU by Swantz
Swantz
  • WpView
    Reads 34,125
  • WpVote
    Votes 2,943
  • WpPart
    Parts 21
▸ COMPLETED, Slice of Life, Found Family, Comedy, Dual-tone Narrative, Mature Language. (🔖 Characters use Chinese names, but the story takes place in a modern Indonesian city. ) Kisah ini adalah sebuah balada tentang takdir yang terbungkus dalam komedi. Pertemuan tak terduga dengan seorang bayi mungil, Chiwei, di depan pintu apartemen, seketika memutarbalikkan semesta dua sahabat karib yang urakan : Tian Xuning dan Zheng Ziyu. Tian, sang arsitek kaku, dan Ziyu, sang gamer yang eksplosif, dipaksa menjadi orang tua tunggal dalam semalam. Di sinilah badai dimulai. Popok berganti, kopi tumpah, dan umpatan kasar menjadi bahasa pengantar mereka dalam mengasuh. Mereka berjuang melawan kecanggungan batin dan penolakan sosial, terutama saat didorong oleh keluarga untuk melegalkan status perwalian mereka di pengadilan. Di ruang sidang yang agung, Tian dan Ziyu terpaksa mengucapkan sebuah bahasa cinta yang terasa asing-demi membuktikan bahwa dua pria urakan bisa menjadi "Pemohon I dan Pemohon II" yang sah. Melalui malam-malam tanpa tidur dan pertengkaran kocak, mereka tidak hanya belajar mengganti popok, tetapi juga belajar bahwa rumah sejati bukanlah tentang sofa yang bersih, melainkan tentang hati yang saling menerima, meskipun penuh cela dan kata-kata kasar.