mkyk_0's Reading List
Истории 3
Unseen Tears на omi9u_
omi9u_
  • WpView
    Прочтений 164,289
  • WpVote
    Голосов 10,948
  • WpPart
    Частей 59
Kehadiran Jian tak pernah diinginkan siapapun. Dianggap sebagai anak cacat dan pembawa sial, dia tak pernah punya tempat untuk pulang. *** Di rumah, Jian dianggap aib. Di sekolah, dia jadi target perundungan. Satu-satunya teman dekatnya yang membuatnya merasa diterima tiba-tiba menjauhinya dan pindah sekolah, sementara perundungan yang dia lewati selama bertahun-tahun membuatnya percaya kalau dirinya tak layak disayang. Hingga waktu SMA, Jian dipertemukan lagi dengan teman masa kecilnya, yang mau tak mau membuatnya menghadapi luka yang selama ini dia kubur sendiri. Namun apakah temannya itu ingat padanya? Atau justru pura-pura lupa untuk menghindarinya?
[END] 𝗕𝗔𝗕𝗬 𝗖𝗛𝗜𝗪𝗘𝗜 : TIANZIYU на Swantz
Swantz
  • WpView
    Прочтений 36,999
  • WpVote
    Голосов 3,137
  • WpPart
    Частей 21
▸ COMPLETED, Slice of Life, Found Family, Comedy, Dual-tone Narrative, Mature Language. (🔖 Characters use Chinese names, but the story takes place in a modern Indonesian city. ) Kisah ini adalah sebuah balada tentang takdir yang terbungkus dalam komedi. Pertemuan tak terduga dengan seorang bayi mungil, Chiwei, di depan pintu apartemen, seketika memutarbalikkan semesta dua sahabat karib yang urakan : Tian Xuning dan Zheng Ziyu. Tian, sang arsitek kaku, dan Ziyu, sang gamer yang eksplosif, dipaksa menjadi orang tua tunggal dalam semalam. Di sinilah badai dimulai. Popok berganti, kopi tumpah, dan umpatan kasar menjadi bahasa pengantar mereka dalam mengasuh. Mereka berjuang melawan kecanggungan batin dan penolakan sosial, terutama saat didorong oleh keluarga untuk melegalkan status perwalian mereka di pengadilan. Di ruang sidang yang agung, Tian dan Ziyu terpaksa mengucapkan sebuah bahasa cinta yang terasa asing-demi membuktikan bahwa dua pria urakan bisa menjadi "Pemohon I dan Pemohon II" yang sah. Melalui malam-malam tanpa tidur dan pertengkaran kocak, mereka tidak hanya belajar mengganti popok, tetapi juga belajar bahwa rumah sejati bukanlah tentang sofa yang bersih, melainkan tentang hati yang saling menerima, meskipun penuh cela dan kata-kata kasar.