baterlah
Arya selalu percaya bahwa selama Niko tetap di sisinya, ia tidak akan benar-benar sendirian. Kedekatan mereka menjadi tempat paling aman bagi Arya-hingga tanpa sadar, rasa nyaman itu berubah menjadi ketakutan untuk kehilangan.
Saat dunia Niko mulai melebar, Arya semakin berusaha mempertahankan hubungan mereka, bukan karena ingin memiliki, tetapi karena takut ditinggalkan. Di sisi lain, Niko hanya ingin tetap dekat tanpa harus merasa terikat.
Perbedaan itu perlahan melukai keduanya. Arya menggenggam terlalu erat, Niko menjauh demi bernapas. Ketika akhirnya Arya belajar melepaskan, Niko justru mulai menyadari arti kehadiran Arya-namun semuanya sudah terlambat.
Kini yang tersisa bukan lagi hubungan, melainkan penyesalan: tentang bagaimana ketakutan, ego, dan suara orang lain membuat mereka kehilangan sesuatu yang seharusnya tidak perlu hilang.