avellagabriella's Reading List
155 قصة
Rengkuhan Amerta || Nct Dream بقلم WritSariri_12
WritSariri_12
  • WpView
    قراءات 416
  • WpVote
    تصويتات 57
  • WpPart
    فصول 3
Bukan dekapan yang perlahan hilang, tapi mereka yang terlalu sibuk.
+13 أكثر
adek gak minta di lahirkan بقلم naurajs___
naurajs___
  • WpView
    قراءات 22
  • WpVote
    تصويتات 3
  • WpPart
    فصول 1
cuma gabut aja..... klo ada yang baca ya alhamdulillah...
Keluarga kecil Marco بقلم chan_dhut
chan_dhut
  • WpView
    قراءات 70,421
  • WpVote
    تصويتات 4,603
  • WpPart
    فصول 24
"Kita bikin keluarga sendiri ya?, yang didalamnya ada ayah buna, mas, abang dan adek" -harsa
+8 أكثر
Sebelum Aku Pulang بقلم RuangJedda
RuangJedda
  • WpView
    قراءات 2,578
  • WpVote
    تصويتات 414
  • WpPart
    فصول 12
"Papa nggak sengaja..." Kalimat itu seakan membekas di benak Jiwa sejak malam itu. Malam ketika dunianya hampir saja terbelah bersama kebingungan yang menusuk.
+5 أكثر
On the Brink بقلم bi_ruaaa
bi_ruaaa
  • WpView
    قراءات 579
  • WpVote
    تصويتات 114
  • WpPart
    فصول 6
Titik dimana Jidan menyadari bahwa senyum keluarganya hilang karena dirinya. Di ujung nafasnya, Jidan berharap tidak lagi menyakiti siapapun orang tersayangnya. "Ayo tahan sedikit lagi Jidan, setelah ini kamu pulang dan keluarga ini bisa bahagia kembali." batin Jidan dalam ambang sadarnya. bi_ruaa | Sept, 2026
Shadows Behind the Door بقلم RiskiAriyanti9
RiskiAriyanti9
  • WpView
    قراءات 532
  • WpVote
    تصويتات 71
  • WpPart
    فصول 10
"Cari siapa, Nak?" tanya pria asing itu dengan nada sopan yang justru terdengar mengerikan. "Ini... rumah saya," jawab Jisung saat itu, suaranya tercekat di tenggorokan. Pria itu mengernyit, lalu mengeluarkan selembar dokumen dari dalam tas kerjanya. "Ah, kamu Jisung? Ibumu sudah menandatangani akta penjualan rumah ini minggu lalu. Semuanya sudah beres. Hak kepemilikan sah berpindah ke tangan saya." Dunia Jisung berhenti berputar. Ibunya. Menjual rumah tempat ia dibesarkan. Tanpa sepatah kata. Tanpa diskusi. Tanpa sisa bagian untuk dirinya. Ketika Jisung menelepon sang ibu dengan tangan gemetar, jawaban yang ia terima dingin dan tajam seperti pecahan kaca. "Ibu butuh uang untuk biaya sekolah adik tirimu di luar kota, Jisung. Ayahmu juga tidak mau ikut campur karena dia sudah punya keluarga baru di distrik utara. Urus saja hidupmu sendiri. Kamu sudah hampir dewasa, jangan terus-terusan menjadi beban." Beban. Kata itu berulang kali bergeming di kepalanya, menghantam kesadaran Jisung bahwa di mata kedua orang tua yang telah melahirkannya, ia bukanlah anak yang harus dilindungi. Ia hanyalah sisa-sisa masa lalu yang mengganggu sebuah pengingat memalukan atas pernikahan mereka yang gagal, yang sengaja dibuang agar lembaran hidup baru mereka tidak ternoda. ===== "Kau tidak berencana tidur berdiri di situ sampai pagi, kan, Anak Baru?" suara Haechan terdengar santai "Dinding rusun ini tipis, Jisung," bisik Haechan, suaranya tiba-tiba melembut, kontras dengan nada bicara sinisnya tadi. "Aku bisa dengar kalau kau menangis di dalam sana. Dan omong-omong... berdiri di balik pintu tidak akan membuat mereka kembali mencarimu." Kata-kata itu menghujam tepat di ulu hati Jisung. Napasnya memburu, dadanya terasa sesak oleh amarah dan kepedihan yang membuncah.
BLACK S2 بقلم RiskiAriyanti9
RiskiAriyanti9
  • WpView
    قراءات 2,417
  • WpVote
    تصويتات 248
  • WpPart
    فصول 25
"Ngomong-ngomong kabar Jisungie sekarang bagaimana, ya?" "Kuharap dia baik-baik saja sekarang. Bukankah dia sudah dewasa sama seperti kita?" ====== "Lalu, apakah besok kamu akan datang di perusahaan, Jisung-ah? Pemuda itu yang tak lain adalah Jisung, dia menghela napas berat. "Tentu, aku akan datang, hyung. Jika, aku tidak datang ke perusahaan. Aku akan kedatangan tamu entah itu Dreamies hyung atau manager noona dan bisa-bisa aku akan mendapatkan omelan panjang dari Taeyong hyung." Sungchan terkekeh kala mendengar jawaban Jisung. "Tapi..." Sungchan menggantungkan ucapannya dan kedua matanya mengamati Jisung dengan teliti, sehingga membuat Jisung menatap Sungchan sambil mengerutkan dahinya. "Apakah kau sudah yakin, Jisung-ah? Apakah kamu benar-benar sudah terasa jauh lebih baik?" Jisung terdiam sesaat mendengarkan pertanyaan yang keluar dari mulut Sugchan. Bisa Jisung lihat bahwa dari ekspresi wajah Sungchan seperti meyiratkan rasa khawatir terhadapnya. { NOTE : INI BUKAN CERITA BxB !!!! } ∆∆∆ DON'T COPAS ∆∆∆
Pelangi setelah Hujan بقلم ShineBubbly__
ShineBubbly__
  • WpView
    قراءات 684
  • WpVote
    تصويتات 51
  • WpPart
    فصول 7
Tujuh warna. Tujuh saudara. Satu pelangi bernama keluarga
When past meets present  بقلم ddonghyuckiq
ddonghyuckiq
  • WpView
    قراءات 2,635
  • WpVote
    تصويتات 218
  • WpPart
    فصول 16
Bagaimana jadinya jika rekan-rekan setimmu adalah sahabat masa lalumu sendiri? inilah kisah dari sekumpulan anak muda yang beranggotakan 7 orang yang bersatu untuk menjadi penengah antara para petinggi dan rakyat, mereka yang berjuang untuk melindungi walau harus mengorbankan nyawa. Mereka memang bukan manusia sempurna tapi entah mengapa semesta seperti selalu mempertemukan mereka bahkan jauh sebelum mereka saling mengenal, ada perasaan aneh satu sama lain ketika bertemu.. apa kelanjutan kisah ini? mari kita saksikan bersama.
+10 أكثر
Green Valley بقلم ENZEN_12
ENZEN_12
  • WpView
    قراءات 3,301
  • WpVote
    تصويتات 616
  • WpPart
    فصول 11
Bagi Park Jisung, hidup di desa Green Valley itu tenang, damai, dan... sepi. Tak ada yang pernah mengusik kehidupan damainya selama ini, sebelum orang-orang dari kota itu menggangunya