Deez55
- Reads 665
- Votes 96
- Parts 28
"Satu malpraktik. Satu pengkhianatan. Dan sebuah cinta yang menolak untuk mati."
Bagi Aurora, kehilangan kemampuan membaca adalah hukuman mati sebelum waktunya. Baginya, setiap wajah kini adalah asing. Namun, bagi Nissya, Aurora adalah mahakarya yang harus ia selamatkan, meski ia harus mengkhianati keluarganya sendiri dan menjadi buronan internasional.
Dari lorong rumah sakit yang dingin hingga pelarian maut di hutan pedalaman, mereka bertahan hanya dengan satu sinyal: detak jantung yang saling mengenali. Saat dunia mencoba membungkam mereka, Aurora menemukan bahwa luka di otaknya justru memberinya "indra" yang tidak dimiliki manusia biasa.