nayzujin25
- Reads 803
- Votes 145
- Parts 4
SMA Jayaloka menjadi saksi bisu bertemunya dua dunia yang bertolak belakang. Geng tumbal proyek yang beranggotakan Pipin, Dino, dan Rassel adalah sirkel meja pojok kantin yang penuh tawa, kehangatan, dan kepolosan khas remaja.
Di sisi lain sekolah, Geng prs (para remaja sinting) yang dihuni oleh Tian, Acep, dan Najib adalah representasi dari cowok-cowok populer, gemar balapan, dan akrab dengan petikan gitar yang memikat.
Persahabatan erat di dalam masing-masing sirkel ini menjadi fondasi kuat sebelum takdir mulai menjalin benang-benang asmara di antara mereka lewat sebuah taruhan konyol di warung kantin.
Tian, wakil ketua kelas yang hobi beradu mulut dengan Pipin, diam-diam selalu meletakkan susu kotak di kolong meja Pipin setiap kali cowok manis itu kelelahan.
Di sudut lain, Acep, cowok pindahan asal Sunda, rela membolak-balik kamus bahasa Jawa demi bisa memahami omelan cepat Dino yang menggemaskan.
Sementara itu, Najib yang tenang mulai menjadikan jok belakang motornya sebagai tempat pulang paling aman bagi rassel yang sering memendam rasa insecure.
Kehidupan sekolah terasa begitu sempurna, penuh warna, dan dipenuhi romansa manis tanpa beban.