dillyvivi
Kupikir selama puluhan tahun ini, aku merasa diriku sudah berdamai dengan diri, percaya diri menghadapi keadaan dan bahkan selalu optimis ketika ada masalah. Namun mungkin layaknya manusia, punya hati yang bisa kapanpun Allah bolak balikkan. Aku menjadi tersadar, bahwa selamanya berdamai dengan diri tak menjadi kunci ketenangan hati kita.
Kita masih menjadi manusia, yang selamanya memiliki hati yang tak pernah usai bergejolak, selama Allah masih memberikan ruh dan nyawa pada diri ini. Aku masih merasa sedih, kecewa bahkan seperti saat ini merasakan kecemasan yang sangat berlebihan karena diri ini tak akan pernah usai. Kita akan terus dihadapkan pada masalah, kita terus akan dihadapkan pada hati yang siap menerima apapun keadaannya nanti.