kiranavairaputri
- Reads 969
- Votes 144
- Parts 6
Ada luka yang tak terlihat, lebih tajam dari pedang, lebih dalam dari jurang.
Kian Santang terbangun dengan hati yang retak-dihantui bayangan masa lalu yang terus mencengkeram, meski di mata orang lain ia tampak diam dan tenang.
Di balik senyum samar yang kadang muncul, tersembunyi tangisan yang ia pendam sendiri. Malam-malam panjang dipenuhi mimpi buruk, sementara siang hari membuatnya takut menatap wajah orang-orang yang pernah berarti.
Kadang, ada bisikan halus yang merayap ke dalam pikirannya, menawarkan jalan yang pernah membuatnya hancur. Suara itu memanggil-manggil, berusaha menyalakan kembali api kebencian yang hampir padam.
Namun Kian Santang menggigit perihnya hati dan menolak. Ia lebih memilih terluka dalam penyesalan daripada kembali menjadi alat kegelapan.
Ia ingin berlari, namun ke mana pun melangkah, bayangan kelam itu selalu mengikuti. Satu hal yang ia tahu: cahaya tidak akan datang begitu saja. Ia harus berani menghadapi gelapnya hati, meski mungkin cahaya itu hanya secercah... atau sekadar harapan yang hampir padam.
Apakah Kian Santang akan menemukan kembali arti hidup, atau selamanya terperangkap dalam kegelapan yang ia bawa sendiri?
penasaran?
Silahkan di baca cerita keduaku ini semoga kalian suka ya
Tinggalkan jejak kalian dengan vote dan komen sebanyak banyaknya ya......
Salam dari aku Vaira.........