yerimelatii
- Reads 1,018
- Votes 122
- Parts 6
Sagara Renjana adalah sebuah samudra yang tenang, dalam, dan membeku. Tenang di permukaan, namun menyimpan banyak hal yang tak terlihat. Ia terbiasa diam, membiarkan dunia berjalan tanpa merasa perlu ikut bersuara. Tatapannya dingin, sikapnya berjarak, seolah ia adalah batas antara dirinya dan orang lain.
Seperti laut, Sagara tidak pernah benar-benar meminta untuk dipahami. Ia hanya ada, tetap tenang, tetap jauh. Banyak yang datang, tapi sedikit yang bertahan. Dan ia tidak pernah mengejar siapa pun.
Lalu hadir Nebula Raya Senjana, gadis dengan tawa yang terlalu renyah dan keberanian yang nyaris tidak masuk akal.
Raya tidak peduli pada tatapan tajam Sagara yang sedingin es atau jawaban satu kata yang selalu ia terima. Bagi Raya, Sagara bukanlah bongkahan es yang harus dihindari, melainkan misteri yang harus dipecahkan.
Raya percaya bahwa tidak ada es yang abadi jika terus terpapar sinar matahari. Ia mulai merangsek masuk ke dunia Sagara yang sunyi, membawa bekal kehangatan yang ia punya, dari sekotak susu cokelat setiap pagi hingga obrolan-obrolan tidak penting yang memenuhi telinga Sagara.
Namun, mendekati Sagara ternyata lebih sulit dari yang Raya bayangkan. Berada di dekat Sagara berarti harus siap menggigil sendirian. Suhu di antara mereka seolah terkunci di angka Dua Derajat Celsius nyaris membeku, namun tak pernah benar-benar cair.
"Sagara itu seperti musim dingin yang permanen, dan aku hanya gadis musim panas yang lupa membawa jaket."
"Di antara kita, hanya ada jarak dua derajat. Dekat, tapi cukup untuk membuatku menggigil sendirian."