📍 on-going
2 stories
let me walk with you by fluoresens
fluoresens
  • WpView
    Reads 4,981
  • WpVote
    Votes 561
  • WpPart
    Parts 13
[SLOW UPDATE] ❝ after all this time we've been running alone on our own track, we somehow forget that all we have is each other. so take my hand, and we will be okay. ❞ Tentang Abra yang ingin dipercaya untuk berdiri sendiri. Tentang El yang berlari cepat untuk meninggalkan kesendirian. Tentang Helga yang meneguhkan untuk mendapat kekuatan. Tentang Reyna yang menemani untuk menawarkan terang. © 2022 all rights reserved by fluoresens. Photo cover belongs to juliane Monari on Pexels. Trigger Warning: self harm, suicidal thoughts, depression, mental illness.
A home we once lost by fluoresens
fluoresens
  • WpView
    Reads 1,312
  • WpVote
    Votes 115
  • WpPart
    Parts 5
Swara meninggalkan rumah yang hancur demi mencari napas baru di Jogja. Namun, rasa bersalah mengekor karena adik kesayangannya turut ia tinggalkan. Dan ketika Swara pikir keping dirinya perlahan menyatu, lelaki yang ia percaya tiba-tiba pergi. Retak itu melebar: jika keluarga dan cinta bisa runtuh, lalu apa yang bisa ia genggam? Gema kehilangan orangtua ketika ia masih terlalu kecil untuk menyimpan kenangan, tetapi ia tumbuh dalam pelukan eyang yang hangat. Kendati merasa tidak pernah kekurangan cinta, ada ruang hampa yang sulit ia beri nama. Di lain sisi, usia eyang yang kian senja, menghadirkan ancaman terhadap keutuhan. Gema dan Swara bersinggungan ketika setiap bunga yang tumbuh akan layu dan setiap momen yang tercipta akan berlalu sebagaimana mestinya. Lantas, mengapa kehilangan selalu terasa seperti akhir dari segalanya? Lebih dari perihal kehilangan, mungkin ini tentang bertahan dengan rumah yang berbeda dari yang kita bayangkan, merawat rumah yang pernah hilang, dan merayakan yang tersisa maupun yang tinggal. © 2026 all rights reserved by fluoresens.