Diary_nan
- Reads 227
- Votes 32
- Parts 12
⚠️ Konflik ringan⚠️
Jangan lupa tinggalkan jejak:)
Aku menelan ludah, menarik napas dalam-dalam, kayak lagi siap-siap loncat dari tebing tinggi.
"A-aku... aku yang menyukaimu."
Dia tampak kaget sebentar. Ada jeda yang bikin dunia terasa berhenti muter. Tapi yah, ekspresinya kembali datar. Flat. Lagi-lagi tanpa emosi.
Aku mencoba sekali lagi, lebih tegas, meski suara dalam dada udah kayak mau pecah:
"Aku menyukaimu."
Dan dia hanya menjawab singkat, dengan nada datar yang bikin semuanya runtuh begitu saja:
"Ohh... oke."
__
Elena memberanikan diri mencintai lebih dulu-dan menerima balasan yang tak bisa disebut penolakan, tapi juga tidak pernah benar-benar menjadi jawaban. Sosok itu tetap dingin, tak terkejar, membuat Elena belajar menahan perasaan yang tak pernah diberi kepastian.
Ia mencoba bertahan, lalu menyerah, terutama saat orang itu terlihat melangkah ke arah lain. Hari demi hari berlalu, dan tanpa disadari, bukan hanya hatinya yang melemah. Ada kelelahan yang tak bisa dijelaskan. Ada hal-hal kecil yang mulai sering terlupakan.
Sementara di kejauhan, selalu ada perhatian yang tak pernah berani mendekat. Hadir dalam diam. Dalam jarak.
Dan ketika semua potongan akhirnya tersusun, yang tersisa hanyalah satu pertanyaan-apakah masih ada waktu untuk mengatakan hal-hal yang selama ini dibiarkan diam.