rebaeily
- Reads 3,219
- Votes 569
- Parts 49
Yogyakarta adalah kota yang tidak pernah terburu-buru, dan begitupun perasaan Sean. Selama bertahun-tahun, Sean cukup puas hanya dengan duduk di jok belakang motor Jeff, menghirup aroma jaket denimnya yang khas, dan mendengarkan deru mesin yang membelah sunyinya malam di Jalan Parangtritis. Baginya, mencintai Jeff adalah sebuah rutinitas yang tenang-seperti degup jantung yang tak perlu dipertanyakan.
Namun, Jeff adalah teka-teki yang sulit dibaca. Pria itu memberikan perhatian yang begitu nyata, namun tak pernah memberikan kepastian. Segalanya menjadi semakin rumit ketika seorang gadis dari masa lalu muncul di antara mereka. Jeff mulai membagi waktunya, membagi perhatiannya, dan tanpa sadar, membagi hatinya menjadi dua bagian yang sama-sama rapuh.
Sean terjebak dalam penantian yang menyiksa. Menunggu Jeff menyadari keberadaannya, atau menunggu hatinya sendiri untuk menyerah.
Bersama Jules yang selalu mengamati dalam diam dan Gio-si sahabat medok yang paling berisik namun paling pertama menyadari luka di mata Sean-mereka melewati hari-hari yang terasa semakin panjang. Ini bukan cerita tentang jatuh cinta dalam semalam. Ini adalah tentang ribuan senja yang dilewati dengan harapan yang perlahan terkikis, tentang janji-janji kecil di pojok angkringan yang mulai kehilangan maknanya.
Di bawah naungan langit Jogja yang perlahan mulai terasa asing, Sean harus belajar satu hal: Bahwa menunggu seseorang yang hatinya bercabang, rasanya jauh lebih melelahkan daripada berjalan kaki menyusuri seluruh kota.