Shandi15234
Setiap kejadian pasti ada tangan yang mengelolanya. Siapa ia, semua harus ada tangan lain yang mencoba menggali informasi. Semua berhak hidup dan semua berhak ada. Tidak ada manusia yang bisa merusak rencana Tuhan. Setiap ada yang hitam akan ada yang putih
_________________‹7 Hari 2 Jemputan›_______________
Kembar yang berpisah, satu hidup dengan gemilang harta dan satu lagi hidup di jeratan kemiskinan. Satu makan sehari-hari pizza buatan koki keluarga, tapi keluarga angkat. Yang lain, makan kalo dapat, kalo gak, ya menanggung lapar.
Dafa Banitez Elbarra, ia kaya. Awalnya hidup di panti. Hatinya, jangan di tanya baik bangat. Sukanya foya-foya untuk bagi nasi kotak setiap Jum'at.
Dafi Brivian Kalif, satu ini kalo kerja tidak bisa satu pekerjaan aja. Kalo gajinya gede, boleh lah. Terpenting, kalo pulang ia tidak di pukul karena gak bawa uang, kalo pulang makan ada, bukan ngemis dulu.
Mereka dari lahir tidak saling tahu, ada kembaran atau gak. Sebab ada tangan yang bermain dalam kehidupan mereka.
Di SMA Tunas Cendana, mereka di pertemuan. Sayang tidak saling tahu, secara perlahan semakin dekat seperti perangko. Hingga akhir tahu berdasarkan telinga tajam mereka.
Ada tangan yang bermain di rumah besar Elbarra, tangan yang sama juga sudah memakan banyak korban.
Di pertunjukan seni mereka bermain dannnnnn
_________________‹7 Hari 2 Jemputan›________________
Kita cari tahu aja, ini misi kita (penulis dan pembaca)