chiky_sun's Reading List
3 histórias
Kepingan Langit de chiky_sun
chiky_sun
  • WpView
    Leituras 362
  • WpVote
    Votos 200
  • WpPart
    Capítulos 12
"Kepingan Langit" Liorven Aetheriel Novalith adalah seorang remaja laki-laki yang hidupnya dihiasi perjuangan panjang melawan gangguan pernapasan, sesuatu yang terus mengingatkan dirinya akan batasan tubuhnya. Meski begitu, ada satu hal yang tak pernah berubah: cinta tanpa syarat dari kedua sosok orang tua yang selalu menumpahkan cinta untuknya, Althea dan Sylvar, yang menjadi pelindung sekaligus dunia kecil baginya. Ketika Althea membawa kehidupan baru ke dunia mereka-seorang adik kecil yang manis-Aeth belajar bahwa cinta bukan hanya tentang memberi, tetapi juga menerima dalam segala bentuknya. Bersama-sama, mereka merangkai kepingan harapan dari langit yang kadang kelabu, menjadikan setiap momen sederhana penuh makna dan keajaiban. Bagi Aeth, hidup selalu terasa seperti berjalan di atas batas tipis antara harapan dan kenyataan. Ia sering memandang langit dan bertanya dalam hati, "apa mungkin aku juga punya tempat di sana? tempat di mana aku bisa bebas bernapas tanpa rasa sakit, di mana aku bisa menjaga mereka yang kucintai, dan di mana aku benar-benar merasa cukup?" Start Rabu, 22 Januari 2025
LENTERASKA de chiky_sun
chiky_sun
  • WpView
    Leituras 592
  • WpVote
    Votos 163
  • WpPart
    Capítulos 28
Raska Lautana Biru Nama indah milik remaja dengan nayanika seteduh sinar bulan. Tutur katanya lembut, selembut sutra. Siapa yang tak jatuh cinta pada insan sesempurna Raska? Siapa sangka, jatuh cinta perdananya justru jatuh pada seorang gadis yang ia temui secara kebetulan, bahkan mungkin tak akan pernah terpikir olehnya. "Semoga semesta seraya merestui."
Rehat (Proses Revisi) de chiky_sun
chiky_sun
  • WpView
    Leituras 3,945
  • WpVote
    Votos 137
  • WpPart
    Capítulos 4
Duka kehilangan masih pekat-pekatnya pada saat itu, namun tubuh kecil Asyara justru terpojok sebab disalahkan berulang kali oleh anggota keluarga yang merasa murka. Asyara tidak punya niat untuk membunuh, apalagi merenggut nyawa mamanya. Demi Tuhan, Asyara juga tidak ingin mama pergi secepat itu. "Ma, Papa marah sama Kakak. Kata Papa, Mama harus dikebumikan karna kenakalan Kakak." "Kenapa Mama tidak bangun pas orang-orang timbun badan Mama pakai tanah? Kakak tidak bisa gali tanahnya lagi, tanahnya terlalu banyak. Tunggu Kakak besok, ya? Kakak mau ajak Papa bantu Kakak gali tanahnya lagi. Tenaga Papa kan besar." Asyara kecil tidak tahu bahwa semenjak hari itu dimulai, penderitaannya juga dimulai. Asyara tidak sepenuhnya mengerti mengapa semua orang tiba-tiba berlaku berbeda kepadanya. "Ma, Papa kok pukul Kakak, ya? Padahal Kakak cuma minta tolong Papa buat bantu Kakak gali tanahnya. Kakak rindu, Mama. Mau peluk Mama yang lama."