AdittyaRandyka's Reading List
6 stories
Komang by DimskiDimski
DimskiDimski
  • WpView
    Reads 534,716
  • WpVote
    Votes 11,735
  • WpPart
    Parts 43
Cerita tentang Komang dan empat orang sahabatnya di masa-masa mereka menikmati gejolak remaja SMA. Dari saling tidak akur menjadi saling kompak satu sama lainnya. Bagi para homophobic, mohon untuk tidak membuka cerita ini. Dengan segala hormat, mari sama-sama menghormati hak masing-masing.
Anak Asrama by im_alif
im_alif
  • WpView
    Reads 8,371
  • WpVote
    Votes 94
  • WpPart
    Parts 4
Ketahuan belum sunat, maba ini dikocok seniornya secara paksa. Dibersihkan pilatnya. Siksaan akan disudahi jika ia mau disunat. Siksaan diwariskan ke adik stambuk saat senior sudah lulus.
diTinggal Pacar by KholiqR69
KholiqR69
  • WpView
    Reads 2,116
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 1
Namaku vincen aku berumur 17 tahun aku bersekolah di salah satu sekolah swasta yang terkenal di kotaku, ya dari namaku kalian pasti sudah menebak kalo aku keturanan thiongkok ya itu benar
KESASAR by KholiqR69
KholiqR69
  • WpView
    Reads 4,155
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 1
Aku Wahyu Pradana Putro, aku lumayan tinggi sekitar 176cm dan walau umurku 23 tahun tapi muka masih terlihat seperti 17/18 tahunan. Aku juga pemain bola, ya walau ga pro pro kali tapi masih di bilang jagolah, aku sampe sekarang sebenarnya ga pernah percaya kalo aku suka dengan sesama jenis kaya gini
BL SMP(Slow update) by tgrtxy
tgrtxy
  • WpView
    Reads 2,395
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
seorang siswa SMP yang menyukai Kaka kelas nya
Dua bocil bersatu by secretyy1
secretyy1
  • WpView
    Reads 1,646
  • WpVote
    Votes 159
  • WpPart
    Parts 6
Di sebuah sanggar seni bernama GWSM, pertemuan antara Java dan Deswa terasa seperti adegan yang sederhana tapi diam-diam penuh makna. Java, si pemusik yang selalu membawa alat musiknya ke mana-mana, dikenal usil dan nggak bisa diam. Sementara Deswa, pemain gedruk yang penuh semangat di panggung, justru berubah jadi kikuk setiap kali Java ada di dekatnya. Mereka sering latihan bareng, kadang berantem kecil cuma karena hal sepele, tapi selalu berakhir dengan tawa yang nggak bisa ditahan. Java dengan sifatnya yang kekanak-kanakan nggak pernah bosan godain Deswa. Mulai dari nyembunyiin properti gedruk sampai sengaja main nada aneh biar Deswa kesel. Tapi justru dari keisengan itu, ada perhatian kecil yang nggak bisa disembunyikan. Di sisi lain, Deswa yang gampang salting sering kali cuma bisa diem sambil nahan malu, bahkan kadang nangis kalau godaan Java kelewatan. Tapi anehnya, Deswa nggak pernah benar-benar menjauh. Ada rasa nyaman yang diam-diam bikin dia tetap bertahan di dekat Java. Hubungan mereka terasa seperti dua bocil yang nggak ngerti apa-apa soal perasaan, tapi tanpa sadar sudah saling punya arti. Nggak ada kata cinta yang diucapkan, nggak ada pengakuan yang jelas, tapi cara mereka saling cari, saling ganggu, dan saling peduli sudah cukup menjelaskan semuanya. Di tengah suara alat musik dan hentakan gedruk di sanggar GWSM, Java dan Deswa tumbuh dalam hubungan yang sederhana, lucu, tapi juga diam-diam hangat.