mine🔗
4 stories
Marked by the Dragon by renzohere
renzohere
  • WpView
    Reads 5,030
  • WpVote
    Votes 358
  • WpPart
    Parts 4
Bagi Evelyn, satu kesalahan kecil sudah cukup untuk menghancurkan hidupnya yang tenang. Saat ia tak sengaja menggeser rak buku di ruang kerja dan menyentuh pintu rahasia di baliknya, sebuah suara retakan misterius terdengar. Ketakutan akan hal itu, Evelyn melarikan diri dan menghilang selama seminggu, berharap semua itu hanya halusinasi. Namun, kembali ke kantor dengan surat pengunduran diri bukan berarti masalah selesai. Saat ia melangkah masuk dengan tangan gemetar, ia menemukan Damian Adhitama sedang berdiri di depan jendela besar. Pria itu, yang biasanya hanya peduli pada angka dan kekuasaan, kini menggendong seorang bayi laki-laki mungil yang sangat tampan. Begitu mata bayi itu bertemu dengan milik Evelyn, suasana kantor yang kaku seketika mencair. Bayi itu tertawa kecil, suara tawanya yang bening memenuhi ruangan, dan tangan mungilnya menggapai-gapai ke arah Evelyn. Dengan binar mata yang begitu tulus dan penuh kasih, si kecil itu menggumamkan satu kata yang membuat jantung Evelyn seolah berhenti berdetak, "Ma... ma!" Senyum bayi itu begitu manis dan hangat, hingga Evelyn tanpa sadar mendekat dan mendekapnya. Namun, di balik kehangatan itu, tatapan Damian mengunci dirinya dengan aura yang jauh lebih gelap. *** "Argh... Damian, ini sakit sekali," rintih Evelyn dengan napas yang memburu. Damian Adhitama tidak menunjukkan belas kasihan dalam bentuk kata-kata. Ia mendekat, melepaskan kancing kemeja Evelyn satu per satu dengan ketenangan yang mengerikan. "Itu karena kau melawannya, Evelyn. Kau menahan apa yang seharusnya menjadi milik anak itu." Tangan Damian yang besar dan hangat kini merangkum kelembutan yang sedang menegang dan terasa keras itu. Evelyn tersentak, mencoba menarik diri, namun tatapan Damian mengunci pergerakannya. "Diam. Kalau kau terus melawan, ini akan semakin sakit," perintah Damian dengan suara rendah yang menggetarkan saraf.
Programmed to Please by renzohere
renzohere
  • WpView
    Reads 4,350
  • WpVote
    Votes 236
  • WpPart
    Parts 7
Di tahun 2500, pendamping hidup bukan lagi masalah hati, melainkan pilihan model. Perusahaan teknologi terbesar menyediakan tiga lini utama, Lover Series untuk romansa, Worker Series untuk membantu pekerjaan berat, dan Pleasure Series untuk kepuasan fisik semata. Hazel, pemilik toko bunga berusia 25 tahun, merasa hidupnya sudah cukup lengkap hanya dengan tanaman-tanamannya. Namun, karena tuntutan efisiensi di tokonya yang mulai kewalahan, ia memutuskan untuk memesan satu unit Worker Series. Tujuannya sederhana, yaitu ada yang membantu mengangkat pot besar dan merawat bunga di rak tinggi. Sialnya, sebuah kesalahan pengiriman mengubah segalanya. Saat unit itu tiba dan Hazel menekan tombol aktivasi, bukan sapaan profesional yang ia terima. Robot dengan visual sempurna itu menatapnya tajam, menyebutkan nomor serinya, dan mengucapkan kalimat yang membuat Hazel mematung. "Unit Pleasure-09 siap diaktifkan. Saya siap melayani setiap gairah dan keinginan Tuan." Panik karena salah kirim, Hazel mencoba masuk ke pengaturan sistem untuk mengembalikan unit tersebut. Namun, dalam kegugupannya, jarinya justru menekan Program Otomatis. Sistem langsung terkunci. Program tersebut mulai mengacak seluruh parameter kepribadian si robot secara acak tanpa bisa dihentikan. Si robot, yang kini memiliki nama kode Xander, sepertinya sudah mendeteksi bahwa suara bising dari mulut Hazel adalah gangguan terhadap prosedur pemuasan. Dengan presisi algoritma, Xander membungkam mulut Hazel dengan ciuman yang dalam dan menuntut.
Between Sins and Secrets by renzohere
renzohere
  • WpView
    Reads 143,958
  • WpVote
    Votes 1,948
  • WpPart
    Parts 18
Semua bermula sepuluh tahun lalu. Thea yang baru berusia tujuh tahun menemukan pahlawannya pada sosok Arkananda, remaja empat belas tahun yang berjanji akan menjaganya selamanya. Sejak orang tua mereka menikah, Arkan adalah pelindung, kakak, dan dunianya. Namun, waktu mengubah segalanya. Garis persaudaraan yang dulu suci perlahan terkikis oleh hasrat yang menggelap. Perbedaan usia tujuh tahun kini bukan lagi jarak pelindung, melainkan jurang gairah yang menyesakkan. Di depan meja makan, mereka adalah keluarga teladan. Namun, di balik pintu kamar yang terkunci rapat, topeng itu hancur. Napas yang tertahan, desahan yang diredam, dan penyatuan yang dianggap dosa menjadi rahasia yang mereka simpan di balik dinding rumah sendiri. Di sana, suara ketukan pintu dari sang ibu adalah melodi paling menakutkan yang bisa menghancurkan kewarasan mereka dalam sekejap. ____ "Ahhh... Arkan..." desah Thea pecah, suara yang sejak tadi tertahan di tenggorokan kini meluncur halus, begitu pasrah dan penuh damba. Arkananda menggeram rendah, sebuah desahan berat yang keluar dari sela giginya yang merapat. "Sshh, Thea... pelan-pelan..." bisiknya parau. Antara kenangan masa kecil yang polos dan obsesi yang membakar, Arkananda dan Thea terjebak dalam cinta terlarang yang tak punya jalan keluar.
The Serpent's Obsession by renzohere
renzohere
  • WpView
    Reads 1,020,754
  • WpVote
    Votes 29,349
  • WpPart
    Parts 52
Keana adalah desainer interior blasteran Indo-Inggris yang sialnya memungut ular hitam sekarat di trotoar Sudirman hanya untuk mendapati makhluk itu berubah jadi manusia bernama Lucas Draven. Pangeran Mahkota dari Kerajaan Ophiuchus ini nekat menembus waktu demi satu ramalan, Ia harus menghamili manusia berdarah campuran untuk memutus kutukan di jantungnya. Hidup Keana seketika berubah dari sibuk mengurus klien menjadi sibuk menghadapi tuntutan gila seorang penguasa dimensi lain. "Kau pikir aku kucing, bisa melahirkan anak sebanyak itu?!" Keana meledak saat Lucas dengan wajah datar menuntutnya memberikan banyak pewaris dalam waktu singkat. Lucas hanya menatapnya dingin dengan mata emasnya yang tajam sambil menyahut, "Waktuku tidak banyak, Keana. Kau adalah kunci keselamatan takhtaku, suka atau tidak." ___ "Nngghhh! Lucas!" Keana memekik, kepalanya mendongak ke belakang saat merasakan kepuasan yang luar biasa memenuhi dirinya. Kini, apartemen Keana menjadi sasaran pembunuh dari pemberontak Ophiuchus yang mulai menyusup ke Jakarta. Di sela hiruk-pikuk kota, Keana harus memilih antara logika warasnya atau menyerahkan diri sepenuhnya pada takdir bersama sang pangeran ular.