chiky_sun
- Reads 3,950
- Votes 137
- Parts 4
Duka kehilangan masih pekat-pekatnya pada saat itu, namun tubuh kecil Asyara justru terpojok sebab disalahkan berulang kali oleh anggota keluarga yang merasa murka.
Asyara tidak punya niat untuk membunuh, apalagi merenggut nyawa mamanya. Demi Tuhan, Asyara juga tidak ingin mama pergi secepat itu.
"Ma, Papa marah sama Kakak. Kata Papa, Mama harus dikebumikan karna kenakalan Kakak."
"Kenapa Mama tidak bangun pas orang-orang timbun badan Mama pakai tanah? Kakak tidak bisa gali tanahnya lagi, tanahnya terlalu banyak. Tunggu Kakak besok, ya? Kakak mau ajak Papa bantu Kakak gali tanahnya lagi. Tenaga Papa kan besar."
Asyara kecil tidak tahu bahwa semenjak hari itu dimulai, penderitaannya juga dimulai. Asyara tidak sepenuhnya mengerti mengapa semua orang tiba-tiba berlaku berbeda kepadanya.
"Ma, Papa kok pukul Kakak, ya? Padahal Kakak cuma minta tolong Papa buat bantu Kakak gali tanahnya. Kakak rindu, Mama. Mau peluk Mama yang lama."