Mungkin nanti dibaca
3 cerita
(1948) Gerilya, Politik, Ekonomi (Gerpolek) - Tan Malaka oleh GeraniumNegra
GeraniumNegra
  • WpView
    Membaca 13,765
  • WpVote
    Vote 285
  • WpPart
    Bab 7
Military strategy for combating Dutch colonialism in Indonesia.
Semaoen - Hikayat Kadiroen (1920) oleh GeraniumNegra
GeraniumNegra
  • WpView
    Membaca 128,405
  • WpVote
    Vote 6,176
  • WpPart
    Bab 8
Jalan hidup Kadiroen, pejabat lokal di pemerintahan Hindia Belanda, berubah setelah dia mendengar pidato Tjitro, seorang tokoh Partai Komunis. Tjitro bicara tentang kapitalisme, perlunya berserikat, serta komunisme. Idealisme Kadiroen sejalan dengan konsep Partai Komunis. Dia pun bersimpati dan mendukung partai itu secara diam-diam. Dia melepas kariernya di pemerintahan kolonial dan menjadi penulis pada Sinar Ra'jat, harian Partai Komunis, bahkan pernah terkena pasal delik pers (persdelict). Novel yang ditulis Semaoen ketika dirinya di penjara pada 1919 ini menunjukkan sosok Kadiroen sebagai borjuis yang menjadi pahlawan karena berupaya memakmurkan kaum tertindas. Selain itu novel ini juga menyelipkan cerita cinta Kadiroen dan Ardinah, istri seorang lurah yang terkena kawin paksa. Romansa mereka menjadi penutup seluruh kisah. --------------------- Sebuah novel klasik pra-Indonesia yang kira-kira ditulis sebelum era Balai Pustaka. Diambil dari Marxist.org, diunggah kesini untuk tujuan pendidikan.
Sunshower ✔ oleh meedoeswrite
meedoeswrite
  • WpView
    Membaca 3,873,528
  • WpVote
    Vote 307,869
  • WpPart
    Bab 45
Cowok yang diidam-idamkan wanita itu Erky. Ganteng, tinggi, super tajir, dan super friendly ke semua orang. Sayangnya, bahkan dengan fisik dan kepribadian yang hampir sempurna di mata orang, tetap saja diputusin pacarnya sewaktu ngelamar dengan alasan belum siap. Ketika Erky yang malu dan sakit hati memutuskan untuk langsung melamar gadis lain secara random dan walaupun gak random-random amat, apa jadinya kalau pilihannya jatuh pada juniornya di kampus yang dikenal super dingin ke cowok. -*- Sedingin-dinginnya cewek itu Alta. Bukan berarti gak peduli, cuma gak mau ambil pusing sama masalah yang gak penting buat dia, apalagi soal cowok dan pacaran. Sering kali disangka jomblo dari lahir karena gak pernah kelihatan tertarik pacaran. Di depan gedung rektorat, Alta yang sedang telat dan berusaha jalan cepat ke kelas, tiba-tiba dilamar oleh kakak tingkat yang bahkan dia gak pernah liat sebelumnya. -*- Completed original fiction. [This is not a fanfiction]