Araxic_
Thanadon tumbuh di gereja. Doa lebih dulu ia hafal sebelum namanya sendiri. Ia diajari cara mengabdi, cara patuh, cara percaya. Sampai suatu hari ia sadar, ada satu hal yang tak pernah diajarkan gereja padanya: bagaimana caranya berhenti mencintai.
Teeradon adalah sahabatnya sejak kecil. Selalu di sampingnya. Selalu bersama. Sampai perasaan itu berubah menjadi sesuatu yang tidak boleh disebutkan. Sesuatu yang harus disembunyikan rapat-rapat di balik jubah dan doa.
Mereka tahu ini salah. Mereka juga tahu hati tidak pernah peduli pada aturan.
Di gereja yang sunyi dan tampak suci, ada mata yang mengawasi. Ada kebaikan yang palsu. Ada iman yang berubah menjadi alat hukuman. Saat Than dan Tee mencoba melarikan diri sejenak dengan alasan pengabdian, mereka justru melangkah lebih dekat ke akhir yang telah disiapkan untuk mereka.
⚠️ Beberapa gambar hanyalah ilustrasi ⚠️