Mrs_Jjong20
Tidak semua tokoh antagonis terlahir jahat.
Sebagian dari mereka hanya tidak pernah diberi kesempatan untuk memilih jalan hidupnya sendiri.
Saat membaca novel sialan berjudul The Crown's Destiny, pemberian temannya, Thessa selalu merasa kesal dengan akhir yang menimpa sang antagonis utama. Seorang putri kerajaan yang sepanjang hidupnya dibenci rakyat, diabaikan keluarganya karena di anggap cacat, dan perlahan berubah menjadi sosok kejam, demi mengejar sosok yang di cintai.
Pada akhir cerita, seluruh dosanya dibalas dengan kematian yang mengenaskan.
Tak seorang pun menangisinya.
Tak seorang pun mengingat kebaikan yang pernah ia lakukan.
Yang tersisa hanyalah julukan sebagai pengkhianat kerajaan.
Bagi para pembaca, akhir itu mungkin pantas.
Namun bagi Thessa, tidak.
Ia selalu percaya bahwa jika sang putri diberi sedikit kasih sayang, sedikit kehangatan, mungkin semua tragedi itu tidak akan pernah terjadi.
Sayangnya...
Takdir tidak pernah peduli pada belas kasihan seorang pembaca.
Saat mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya, thessa kira ia akan berada di surga atau neraka, namun ketika membuka mata, Thessa mendapati dirinya bukan di tempat seharusnya, melainkan di sebuah ruangan megah dengan langit-langit tinggi, tirai beludru, dan pelayan yang memanggilnya dengan penuh hormat.
"Yang Mulia Putri Elena..."
Saat itulah jantungnya seakan berhenti berdetak.
Ia bukan hanya masuk ke dalam dunia novel yang selama ini ia baca.
Ia juga terbangun di tubuh orang yang sama sekali tidak ingin ia gantikan.
Sang antagonis.
Tokoh yang pada akhir cerita akan kehilangan segalanya, dibenci seluruh kerajaan, lalu mati dengan cara yang begitu mengenaskan.
Dan yang lebih mengerikan...
Cerita itu baru saja dimulai.