Rei793
"Anak itu terlalu lemah untuk dilahirkan."
Kalimat itu adalah hal pertama yang didengar semua orang tentang dirinya.
Lahir prematur dengan jantung yang nyaris gagal berdetak, ia tumbuh di rumah yang tidak pernah benar-benar menginginkannya. Ibunya membencinya seolah seluruh penderitaan hidup berasal dari napas kecil yang berhasil bertahan malam itu. Tidak ada pelukan. Tidak ada ucapan selamat tidur. Hanya bentakan, tangan kasar, dan tatapan yang membuatnya merasa seperti kesalahan yang seharusnya tidak pernah hidup.
Ia belajar diam sebelum belajar tertawa.
Di sekolah, ia hanyalah anak aneh yang terlalu pendiam, terlalu sakit-sakitan, dan terlalu mudah menangis. Tidak ada yang ingin duduk di sebelahnya. Tidak ada yang mencarinya ketika ia menghilang. Namun di tengah dunia yang terus menolaknya, ia masih menyimpan impian kecil yang terdengar begitu sederhana:
memiliki seorang teman.
Seseorang yang mau tinggal sedikit lebih lama.
Seseorang yang memanggil namanya tanpa kebencian.
Seseorang yang membuatnya percaya bahwa dirinya pantas hidup.
Tetapi semakin hari, batas antara bertahan dan menyerah mulai mengabur. Kepalanya dipenuhi suara-suara gelap, tubuhnya semakin rapuh, dan kewarasannya perlahan runtuh bersama detak jantung yang terus melemah.
Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia mulai bertanya--
jika bahkan seorang ibu tidak bisa mencintainya, apakah dunia memang tidak pernah menyiapkan tempat untuk anak seperti dirinya?
WARN!!!
Hyunlix Bromance
School Life
Angst