Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Persephone
9 stories
Persetan dengan Alur! [END] by Hizsoxe
Hizsoxe
  • WpView
    Reads 1,163,736
  • WpVote
    Votes 95,130
  • WpPart
    Parts 37
Elano. Nama tubuh yang dia tempati. Salah satu karakter figuran dalam novel yang sempat dibacanya sebelum mati. Dia memilih menjalani kehidupan barunya di tubuh baru tersebut. Melakukan hal-hal yang dulunya tak bisa ia lakukan. Persetan dengan alur. Diberi kesempatan kedua, Lano hanya akan terus hidup semaunya.
Biwara [END] by Hizsoxe
Hizsoxe
  • WpView
    Reads 770,181
  • WpVote
    Votes 83,727
  • WpPart
    Parts 44
ini tentang Biwa dan ambisinya untuk bikin papa dipatuk kobra . . . "Keluar." "Kasih duitnya dulu." "Tergantung apa yang mau kamu beli." "Ular kobra. Biar papa di patuk sampe mati." "Biwara!" . . .
Just Say That! [END] by Hizsoxe
Hizsoxe
  • WpView
    Reads 556,827
  • WpVote
    Votes 48,235
  • WpPart
    Parts 33
Pasha itu banyak diam. Mau ngomong tapi gak jadi-jadi. Kerjaannya kalau gak nongkrong di kolam ya pasti lagi melototin kelinci kalau gak ya ngurung diri. Dan karena Pasha terlalu sibuk dengan dunianya sendiri, Aslan sampai frustasi memikirkan caranya memahami. Dia ingin putranya kembali seperti dulu. Seperti sebelum insiden tragis itu terjadi. Dimana anak itu akan menatap wajah Aslan dengan berbinar dan menceletuk sesuka hatinya 'Sa like pa banget pokokna!' _______
Aku juga mau rumah seperti itu [END] by Hizsoxe
Hizsoxe
  • WpView
    Reads 21,274
  • WpVote
    Votes 2,689
  • WpPart
    Parts 6
Baskara kembali ke rumah itu setelah 11 tahun. Dan diantara 5 orang, hanya ayah satu-satunya yang menerima kehadirannya disana.
Lano part 2 [END] by Hizsoxe
Hizsoxe
  • WpView
    Reads 44,985
  • WpVote
    Votes 6,107
  • WpPart
    Parts 12
bagian kedua dari 'Persetan dengan Alur' Lano menolak tua. Dia menolak menjadi fosil seperti papanya. Tapi bayi yang meniru wajahnya itu malah memanggilnya papa. "Kamu banyak dlama." "Kamu kamu.. panggil papa!"
BARISAN KERANDA MERAH by AhmadDanielo
AhmadDanielo
  • WpView
    Reads 1,765,404
  • WpVote
    Votes 174,632
  • WpPart
    Parts 74
Lima tahun berlalu setelah tragedi Polong Mayit. Pertumpahan darah menyisakan bangkai yang harus mereka timbun untuk menutup bau busuknya. Adalah Desa Leduk, sebuah desa di daerah pesisir yang merupakan Desa dengan pemakaman terbesar. Namun tanah desa terlalu banyak menelan mayat. Hingga tiba saatnya bumi Leduk memuntahkan isinya. Semua yang ada dibalik batu nisan, terlunta-lunta di jalanan desa. Berbaris rapi seperti sebuah karnaval, karnaval ghaib dari barisan keranda merah.
PESTA BUNUH DIRI by AhmadDanielo
AhmadDanielo
  • WpView
    Reads 1,457,800
  • WpVote
    Votes 1,012
  • WpPart
    Parts 3
Sebuah peradaban kuno di sebuah hutan di pulau terpencil, dimana manusia bukanlah satu-satunya penghuni. Taman Kembar sejak awal selalu dikelilingi hutan, Ironis karena penduduknya dilarang keras memasuki hutan. Bertahan dari terbatasnya bahan pangan, pengetahuan, dan gangguan binatang bukanlah masalah terbesar mereka. Mereka..... Mereka selalu datang berkunjung, setiap malam mengundang penduduk desa ke sebuah pesta, pesta singkat yang selalu berakhir sebelum sempat dimulai Daniel Ahmad
EKSEKUSI TAPAL KUDA by AhmadDanielo
AhmadDanielo
  • WpView
    Reads 1,594,860
  • WpVote
    Votes 149,440
  • WpPart
    Parts 75
Banyusirih mengalami tahun-tahun terburuk sepanjang sejarah. Hampir setiap hari ada mayat yang mereka kuburkan, dan jumlahnya tidak sedikit. Belum lagi, adanya gangguan ghaib berupa santet dan kunjungan tengah malam dari arwah korban yang gentayangan. Segala peristiwa itu menghantui Bumi Tapal Kuda dan dikenal dengan istilah'Tragedi 1998' Buku ketiga dari Timur Trilogi. Sekaligus jadi cerita pamungkas.
PENGEMIS KAMPUNG BAYANG by AhmadDanielo
AhmadDanielo
  • WpView
    Reads 282,126
  • WpVote
    Votes 42,928
  • WpPart
    Parts 25
Ketika sekeping rupiah tak datang, mereka menjemput sendiri ke rumah orang. Hampir setiap tengah malam. Kampung Bayang jauh dari pusat kota. Kampung Bayang juga jauh dari sejahtera. Yang berjajar di pasar bukan hanya pedagang, tapi juga peminta-minta.