astronom
4 stories
Konstelasi (𝘌𝘕𝘋) by itszeb
itszeb
  • WpView
    Reads 260,859
  • WpVote
    Votes 40,525
  • WpPart
    Parts 34
[Wattys 2022 Winner Kategori Romance - Penghargaan Karakter Terbaik] ** Apa jadinya kalau calon CEO muda blusukan ke dalam desa? Benjamin Cokro harus rela "dibuang" selama dua minggu, terasing di pelosok Desa Pandalungan demi mematuhi ujian Eyang Kakung sebelum meloloskan jabatan impiannya: 𝘊𝘩𝘪𝘦𝘧 𝘌𝘹𝘦𝘤𝘶𝘵𝘪𝘷𝘦 𝘖𝘧𝘧𝘪𝘤𝘦𝘳 (CEO) Cokro Group, perusahaan infrastruktur warisan tiga generasi keluarganya. Tapi ternyata, Ben tiba-tiba "dijodohkan" dengan Leda, harus tinggal satu atap bersama gadis itu dan nenek buyutnya yang mengidap Alzheimer. Ben yang arogan dan megah ego, selalu mengamini efektifitas kalkulasi. Leda yang nyentrik dan eksentrik, setia mengimani markah konstelasi. Berdua, mereka menjadi kombo sempurna untuk mengaduk empat belas hari menjadi titik balik penggodokan pribadi. ** ___ © Zabiella | ig @ini.zeb 𝘊𝘰𝘷𝘦𝘳 bikin di Canva 𝘚𝘵𝘢𝘳𝘵 : 1 Mar 2021 𝘌𝘯𝘥 : 31 Aug 2021 Rank (Jan 2023) #1 - kota #1 - astrologi #1 - konstelasi #2 - statuspalsu
Sir-ius? [Completed] by slvnt1
slvnt1
  • WpView
    Reads 147,757
  • WpVote
    Votes 17,128
  • WpPart
    Parts 40
Feeds instagram yang hanya berisi potret langit dan segala pernak-pernik cakrawala itu membuat Nadir mencurigai Radi, bahwa pria itu, selain menjadi guru, juga adalah seseorang yang bekerja di NASA. Hubungan guru dan murid yang seharusnya membahas tentang pendidikan itu, malah melebar kemana-mana. Dari Nadir yang mengetahui bahwa gurunya itu adalah seorang astrophile -penyuka langit- sampai Radi yang menyadari bahwa muridnya itu adalah seseorang yang mampu menimbulkan pernyataan 'ternyata ada yang menyamai keindahan semesta'.
Auriga Arsa (Completed) by raemanuellaa
raemanuellaa
  • WpView
    Reads 1,101,692
  • WpVote
    Votes 197,080
  • WpPart
    Parts 47
[SUDAH BISA PRE-ORDER] Namanya Auriga Arsa. Aku tidak tahu apapun tentangnya selain bahwa ia suka kopi hitam. Aku bahkan tidak tahu wajahnya seperti apa. Pesanan kopi atas namanya selalu datang ke kafe tempatku bekerja, hari Rabu pukul 5 sore. Namun, ia tak pernah datang sendiri untuk mengambilnya. Itu sebabnya setiap kali aku berteriak, "Atas nama Auriga Arsa!" Aku tidak tahu Auriga suatu hari akan benar-benar datang dengan rentetan cerita yang tidak pernah aku tahu ada.