dearsyrion
Pah, bagaimana kabarmu di atas sana?
Aku anak yang berumur empat belas tahun saat kau pergi.
Sekarang usiaku dua puluh empat, tapi entah kenapa aku masih enggan menghitung berapa lama dunia berjalan tanpamu-seolah dengan tidak menghitung, aku bisa menolak kenyataan bahwa kau sudah lama meninggalkanku di sini.
Aku masih putri bungsumu yang dulu manja.
Hanya saja sekarang aku belajar menjadi perempuan yang berdiri sendiri-berjalan terus, meski tahu tidak ada lagi yang akan menopang selain diriku sendiri.
Pah, bahkan jika hidup memberiku satu kesempatan lagi,
aku tetap ingin lahir sebagai putrimu.
My first love. I still love you.