RAVSSH
"I brought a special gift for you, sweatie," ucap Lucias
Di dalam kotak itu, di atas kain sutra putih yang kini bersimbah darah segar yang masih hangat, terdapat dua benda bulat yang mengerikan. Napas Issanna tertahan di tenggorokan.
"Lucias... apa maksud semua ini?!" Issanna memekik, "Apa yang telah kau lakukan?! Kau benar-benar monster!"
Lucias hanya tersenyum licik. "Apa maksudnya?" Lucias mengulang pertanyaan itu sambil melangkah maju memerangkap Issanna. "Maksudnya adalah tunanganmu sudah terlalu banyak melihat Issanna. Dia melihat celah untuk mengirimmu ke sini, dia melihat harapan untuk menang dariku. Jadi, aku mengambil penglihatannya agar dia berhenti bermimpi."
⚠️ PERINGATAN: CERITA INI MURNI HASIL PEMIKIRAN PENULIS, TIDAK ADA PLAGIARISME!!