HuaMandu95z
- Reads 2,747
- Votes 305
- Parts 27
Eliot Huang lahir dalam keheningan yang terlalu berat untuk disebut tenang.
Ibu sudah tiada, meninggalkan rumah dengan aroma darah dan kasur yang basah.
Ayahnya berdiri di sana, menatap lantai seolah dunia baru ini bukan untuknya.
Tangis Eliot memecah kesunyian itu, bukan sebagai tanda kehidupan baru, tapi sebagai pengingat bahwa sesuatu telah hilang.
Yibo, kakaknya, berdiri kaku di ujung lorong. Wenlang, adik tengahnya, menatap bayi itu dengan tatapan yang tidak ia mengerti sendiri.
Dan Eliot? Ia hanya menatap langit-langit rumah yang tidak akan pernah sama lagi.
Sejak hari pertama, rumah Huang bukan lagi tempat aman.
Suara langkah, suara benda jatuh, suara napas yang terlalu berat, semua menjadi ancaman tersembunyi.
Eliot belajar diam sebelum ia bisa berbicara, menahan napas sebelum bisa berlari, dan menyimpan rasa takut dalam dada kecilnya.
Trauma tidak datang sekaligus.
Ia datang perlahan, menempel seperti bayangan yang tidak bisa hilang.
Dan dari hari pertama, Eliot tahu satu hal:
keberadaannya sendiri bisa menjadi kesalahan.
Itulah rumahnya.
Dan itu baru permulaan.