Chaaze's Reading List
2 stories
Almost Married (END) by setyarum26
setyarum26
  • WpView
    Reads 7,979,988
  • WpVote
    Votes 561,254
  • WpPart
    Parts 100
Menikah dengan sahabat sendiri seharusnya mudah. Setidaknya itu yang Banyu pikirkan, karena mereka sudah saling tahu kebiasaan buruk masing-masing. Sampai hidup serumah membuktikan bahwa tahu bukan berarti siap. Nyatanya, ini bukan pernikahan. Ini hanya perkawinan silang antara kadal gurun dan beruang hutan. Mereka hanya SAHABAT SALAH HABITAT. 10/3/26 : Rank 1 🥇 Pernikahan 25/3/26 : Rank 1 🥇Chiclit 25/3/26 : Rank 1 🥇 friendtolover 25/3/26 : Rank 1 🥇 realistis 25/3/26 : Rank 1 🥇 temantapimenikah 29/3/26 : Rank 1 🥇 kisahcinta
ALZEA : FEATURED SOULS [END] by _catherineee_
_catherineee_
  • WpView
    Reads 562,776
  • WpVote
    Votes 18,331
  • WpPart
    Parts 54
Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee