bychacha_
- Reads 2,077
- Votes 330
- Parts 5
"Aku mau kita cerai."
Bagai tersambar petir, tubuh Lalisa kaku, detak jantungnya terasa berhenti untuk sepersekian detik, dan senyum yang sebelumnya menghiasi bibirnya hilang seketika.
Jennie segera mengalihkan pandang setelah itu, melepas tangan Lalisa yang masih melingkari tubuhnya, dan mengambil jarak sedikit lebih jauh.
"Kamu bercanda?" suara Lalisa terdengar berat, memaksa untuk tetap tenang saat ia merasa sangat terluka, "bayi kita sedang tumbuh di rahim kamu, Jennie.. tega kamu menginginkan perceraian semacam ini?"
"Kamu salah.. Lalisa, bayi ini bukan anak kamu.."
"Jangan berusaha merendahkan dirimu sendiri, karena aku tidak akan pernah percaya!" gertak Lalisa.
"Kenapa?" Jennie melempar tanya, "berkencan dengan pria lain saat aku menikah denganmu saja aku bisa, kenapa mengandung anak pria lain aku tidak bisa?"