alexandra_chang
Mesir di bawah pendudukan Inggris, 1936.
"She was a soldier with a stone-cold heart. A warrior when she fought. A goddess when she smiled. Kings have fallen across the ages for such a smile. A smile made to destroy the worlds and rebuild them. A smile worth dying for."
Sameera El-Farouk sudah bosan dengan pekerjaan yang terpaksa dilakoninya sejak Perang Napoleon sebagai penjual barang antik, sehingga ia memutuskan untuk cuti dan berlibur ke Yunani. Namun sebuah insiden pencurian salah satu artefak kuno berharga yang berada di bawah pengawasannya memaksanya pulang. Dalam usahanya menemukan kembali harta penting itu, ia menemukan kekuatan dari seseorang yang membantu misinya, dan mendapatkan kembali hatinya sendiri yang telah lama beku oleh pertumpahan darah.