Amamorr
MAHAISTRI VS MAHASISWA
Anara Jihan Gemaya, 20 tahun, mahasiswi semester tiga yang hidupnya sebenarnya sudah cukup ribet dengan tugas, kuliah, dan kelakuannya sendiri.
Sampai suatu hari, keluarganya memutuskan untuk menjodohkannya dengan seseorang.
Namanya Fachry Jehan Adhitama.
Biasa dipanggil Jehan.
26 tahun.
Mahasiswa S2 semester akhir di Universitas Nawasena.
Jihan jelas menolak.
Tapi daripada menolak secara terang-terangan, ia punya ide yang jauh lebih menarik:
Bikin Jehan menyerah sendiri.
Sayangnya, rencana itu gagal total.
Jehan bukan tipe cowok yang gampang marah, gampang ilfeel, atau gampang menyerah. Bahkan setelah melihat sisi paling absurd dari Jihan, laki-laki itu masih bisa tetap tenang.
Sampai akhirnya mereka benar-benar menikah.
Masalahnya, pernikahan ternyata bukan akhir dari kekacauan.
Karena setelah resmi menjadi suami istri, Jihan dan Jehan masih harus menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.
Satu kampus.
Satu rumah.
Dua jadwal kuliah yang berbeda.
Dan satu hubungan yang awalnya sama sekali tidak mereka rencanakan.
Di antara tugas kuliah, tesis, teman-teman kepo, salah paham receh, kecemburuan kecil, dan kehidupan rumah tangga yang jauh dari kata tenang-
mereka perlahan belajar bahwa menjadi pasangan bukan cuma soal pernikahan.
Tapi juga soal bertahan menghadapi satu sama lain.
Karena kalau mahasiswa punya tugas dan tesis sebagai deadline, Jihan dan Jehan punya satu deadline yang sama: belajar menjalani hidup sebagai suami istri.