selsawi01
- Reads 43,935
- Votes 5,121
- Parts 38
Ia tidak berani seperti Arsya, ia tidak pintar seperti Jian, ia tidak mudah berbaur seperti sepupunya yang lain. Dan itu lah kekurangannya.
Pemuda itu terus mendapat tekanan yang memaksanya untuk berani. Hingga di kirim ke asrama adalah bentuk latihan. Cilo tahu, hidup menjadi orang lain sangat lah susah. Namun ia harus menjalani sesuatu yang memang dasarnya sangat berkebalikan.
Awalnya hanya sebuah drama pemberani, memaksa dirinya menjadi orang lain.
Tapi siapa yang sangka, bahwa suatu hari ia bisa bersikap sangat berani. Menahan sakitnya timah panas di punggung, atau berlari di atas kerikil tajam. Bahkan untuk menemui tuhan sebelum keluarganya yang lain.