wfrshsaa
- Reads 199
- Votes 24
- Parts 12
Di antara lorong waktu dan doa yang diam,
ia menyimpan namamu tanpa pernah menyebutnya.
Dekat-namun tak pernah cukup dekat,
hangat-namun tak pernah menjadi milik.
Kita adalah dua rasa yang saling tahu,
namun memilih bungkam hingga tak sempat bersatu.
Dan ketika waktu memisahkan tanpa aba-aba,
yang tersisa hanya satu:
cinta... yang tak pernah sempat menjadi kita.