Engkals127
- Reads 8,929
- Votes 1,551
- Parts 24
Dalam sepersekian detik yang membingungkan itu, serangkaian gambar asing meledak di otak Donghyuck, hidup dan berwarna.
Dia melihat dirinya duduk di atas rumput, depan api unggun, bersandar nyaman pada dada bidang seseorang yang memeluknya dari belakang.
Dia melihat mereka berdua berlari di bawah hujan deras hutan pinus, basah kuyup namun tertawa lepas, suara tawa mereka menggema di antara pepohonan.
Dia melihat halaman belakang sebuah rumah, aroma daging panggang menguar di udara, dan Jeno sedang membalik daging di atas panggangan BBQ, menoleh padanya dengan tatapan lembut dan familiar.
Itu bukan memori. Itu terasa seperti janji. Masa depan yang belum terjadi namun sudah tertulis di suatu tempat di dalam darahnya.