Engkals127
- Reads 1,879
- Votes 425
- Parts 32
"Selamat ulang tahun, Donghyuck. Semoga di manapun kamu berada sekarang, kamu bisa tidur nyenyak."
Ulang tahun tidak pernah menjadi momen yang membawa perayaan besar bagi Donghyuck. Itu hanya sekadar pengingat bahwa ia masih hidup, masih bernapas, meskipun sering kali ia tidak tahu untuk apa berlari sejauh ini.
Namun pagi ini, saat ia merasakan sisa kehangatan cangkir kopi yang baru saja disesap Jeno, dan mengingat bagaimana pria itu menuruti ritmenya dalam diam semalam... Donghyuck merasa tidurnya barusan memang jauh lebih nyenyak dari biasanya.
Dengan gerakan teratur, ibu jari Donghyuck mengetik balasan singkat.
"Makasih. Tidurku lumayan nyenyak belakangan ini."