nextyours
"Berhenti membuntutiku, Nyonya Penagih Hutang. Aku lelah, kau pun pasti sama. Jadi mari buat ini cepat. Aku tidak pernah menjual tubuhku pada siapapun. Jika Nyonya 'setertarik itu padaku' aku bisa memberikannya... gratis. Dengan syarat...hapus hutang ayah sialanku dari buku biadabmu itu."
Tawa adalah barang langka bagi seorang Misericordia Latexie Soedharta atau akrabnya dipanggil Merchi. Ia tidak tertawa pada komedi, melainkan pada tragedi. Pada kematian musuhnya bukan pada kehidupan sialan yang ia jalani.
Hidupnya adalah sebuah humor yang ada di dalam rintihan pilu muluh yang memohon ampun. Kebahagiaan sejati hanyalah kepuasan saat melihat pelurunya menghentikan detak jantung lawan, mengubah tangisan putus asa menjadi keheningan yang abadi.
Tapi hari itu, mendengar pemuda yang Ceria dengan sorot mata lelah yang ia paksa untuk nakal membuatnya tak sengaja mengekuarkan tawa yang begitu lepas yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.
"HAHAHA.. Terima kasih karena sudah menghiburku. Tapi apa kau mampu menanggung akibatnya, Tuan Angsa?"
.
.
.
"Sialan, Menarik. Kan kupastikan tidak akan ada yang bisa merebutmu dengan mudah, Angsa. Bahkan kematian itu sendiri"
.
.
.
DISCLAIMER!!
MENGANDUNG KATA-KATA KASAR, ADEGAN KEKERASAN!! BIJAK DALAM MEMBACA!!
"Semua tokoh, nama, dan kejadian dalam cerita ini adalah fiksi. Kemiripan nama dengan tokoh nyata, tempat, organisasi, atau merek tertentu adalah murni ketidaksengajaan."