Ghie_Na
Di antara tumpukan dokumen aliansi dan formalitas rapat yang dingin, ada hal-hal yang tidak bisa tertulis di atas kertas.
Shikamaru Nara selalu mampu menguasai situasi paling rumit sekalipun dengan logika. Namun, di hadapan Temari Sabaku, logikanya justru menjadi variabel yang paling sulit ia kendalikan.
Saat ruang rapat berubah menjadi arena pengamatan bisu, Shikaku Nara menyadari satu hal: putranya tidak sedang memikirkan strategi pertahanan desa.
Ia sedang menahan sesuatu yang jauh lebih merepotkan daripada sekadar dinamika politik aliansi.
Sesuatu yang tumbuh perlahan, namun tidak lagi bisa disembunyikan.
Shikamaru Nara | Temari Sabaku