We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
AnnaIla959's Reading List
4 stories
Let's Be An Elite Extra! [END] by Oviliee_
Oviliee_
  • WpView
    Reads 2,655,879
  • WpVote
    Votes 181,363
  • WpPart
    Parts 35
Sofia Yvonne Madeline adalah karakter Figuran yang naif dan pemalu, dia ditakdirkan mati di tangan Suaminya sendiri-- Liam Draxler Pier Greetia. Namun sesuatu berubah ketika Jiwa bar-bar yang memiliki nama depan sama persis dengan Karakter Figuran itu, kini mengambil alih tubuhnya. Meski menjadi Figuran, dia bertekad menjadi Figuran Elite. Dia melakukan perjanjian gila dengan Liam dan mencari keuntungan darinya, namun semakin lama Sofia mulai menyadari jika sepertinya ada yang salah dengan Karakter Antagonis yang digambarkan Penulis sebagai sosok Tyranny yang tidak tertarik dengan Wanita ini. "Dimana kesalahanku? Aku hanya memotong lidahnya karena dia berani merendahkan mu." Liam menatapnya datar. Sofia menangis dengan frustasi. PRIA TAMPAN INI TERNYATA ORANG GILA.
[✔] 5. 真実 [TRUTH] : The Prolog by tx421cph
tx421cph
  • WpView
    Reads 3,564,042
  • WpVote
    Votes 455,175
  • WpPart
    Parts 63
[Telah Dibukukan, Tidak tersedia di Gramedia] The Prolog of J's Universe ❝Tentang cinta yang murni, keserakahan, hingga pertumpahan darah yang membawa petaka selama ratusan tahun.❞
[✔] 6. Dear, you [DEAR J 2] by tx421cph
tx421cph
  • WpView
    Reads 146,426
  • WpVote
    Votes 11,264
  • WpPart
    Parts 40
Teruntuk yang terkasih, Aku masih mengingat begitu banyak janji yang kita buat di masa lalu. Janji verbal yang klise, yang akan segera terlupakan begitu saja seiring berlalu waktu. Dan andai kau tahu... hingga nafas terakhirku, aku hanya melihat bayangmu.
Pramoedya [PREVIEW] by Tenderlova
Tenderlova
  • WpView
    Reads 241,280
  • WpVote
    Votes 59,594
  • WpPart
    Parts 20
[Sudah tersedia di toko buku] Dimitri kembali pulang, tapi di tengah perjalanan, ia menyadari bahwa pulangnya tidak lagi terasa sama. Yang dibawanya bukan hanya koper dan kenangan dengan kota New York, tapi juga rindu. Rindu yang sampai mati pun ia tahu tidak akan pernah berbalas. Dari awal ia menunggu di boarding room, berjalan di garbarata, mengantre di kabin yang sesak, duduk di kursi dekat jendela--karena dia memang sengaja membayar mahal untuk view itu, sampai ia melihat lampu-lampu New York untuk terakhir kalinya, Dimitri sadar benar bahwa pulangnya tidak akan pernah bersambut. Tapi tetap, ia berkata lirih, "Pram, aku pulang." Tenderlova, 2022