Nolasannnn
- Reads 111,914
- Votes 1,740
- Parts 3
Banten, 1942.
Tentara Nippon mengambil alih Hindia-Belanda. Dewi Sekaringrum tumbuh di tengah ketakutan itu. Sekar tidak bisa tunduk. Ia membenci penjajah, terutama komandan muda yang memimpin wilayahnya, Takahashi Rin. Rin hidup dengan disiplin dan kehormatan sebagai tentara. Baginya, tugas adalah segalanya. Perasaan hanyalah kelemahan. Namun setiap kali Sekar berdiri di hadapannya dengan tatapan penuh perlawanan, ada sesuatu yang tak bisa ia abaikan.
Sekar tidak takut padanya.
Dan itu justru yang paling mengusiknya. Rin mulai goyah. Di antara kebencian dan harga diri, Sekar mulai lelah melawan perasaannya sendiri. Tapi penjajah tetaplah penjajah. Dan rakyat tetaplah yang ditindas. Cinta di antara mereka bukan hanya salah, ia berbahaya.
"Aku membencimu. Seburuk dan segelap sakura hitam yang kuinjak berkali-kali. Mengapa kau terus mendekatiku?"
Rin terdiam sejenak, lalu menjawab pelan, "karena aku mencintaimu."
Di tanah yang dirampas dan kehormatan yang dipertaruhkan, tidak semua cinta bisa diperjuangkan.
__________
💬 Karakter yang digunakan dalam cerita ini terinspirasi dari karya Muneyuki Kaneshiro dan Yusuke Nomura, selaku pencipta Blue Lock.
❕Perhatian
Alur, latar, dan pengembangan cerita dalam novel ini sepenuhnya merupakan hasil imajinasi penulis.
✅ Penulis dengan terbuka menerima kritik dan saran yang disampaikan dengan bahasa yang baik dan sopan.
📅 Cerita ini tengah dalam masa revisi
Terima kasih sudah membaca! 🌟