karyasalsa
When the Camellia finds its strength.
Dalam hidupnya, Arkana senantiasa menukar sunyi dengan kemewahan dan kesenangan, sambil sesekali menenangkan hati lewat kerja-kerja kemanusiaan yang ia jalani selama bergabung dengan komunitas relawan. Hidupnya ia buat berjalan ringan, nyaris tanpa arah-ia hanya ingin memalingkan wajah dari kelamnya kenyataan.
Namun, segalanya berubah ketika ia bertemu dengan seorang perempuan yang datang dengan luka dan permintaan sederhana: tolong ....
Dari pertemuan itu, lahir perubahan yang tak pernah ia rencanakan. Dua garis pada sebuah benda kecil menampar kenyataan dan menyeret mereka ke ikatan suci bernama pernikahan.
Kisah ini bukan tentang cinta yang sempurna,
melainkan tentang dua jiwa yang terluka dan saling menguatkan.
Dipertemukan dan dipisahkan untuk belajar, bertanggung jawab,
dan mencintai-meski takdir tak selalu ramah.
Akankah kisah ini berhenti pada kata "dipisahkan"? Atau justru layak tuk kembali "dipertemukan"?
Di sinilah, kesungguhan dan pengorbanan diuji.
🪷
"Kutemukan hati yang rapuh dan jiwa yang lemah itu tersungkur-hancur berkeping-keping, meminta tuk diraih. Anehnya, bukannya kerepotan, aku justru bersuka hati. Jadi, tetaplah di sisiku, Camellia ... niscaya 'kan kau temukan surga kecil buatanku yang mungkin tak kekal di dunia pun di akhirat, melainkan kekal di hati dan ingatan." - Arkana Kawindra.
"Kulepas rengkuhan tubuh gagah nan tegap yang selalu menjagaku, melindungiku, merawatku. Dengan tega kubiarkan kau tersungkur lemah, meluruh ke lantai-membawa surga kecil buatanmu yang kini hancur karenaku. Berada di sisimu memang membuka jendela duniaku, menghadirkan harapan, dan memekarkan bunga di taman hatiku. Namun, bagaimana jika duri-duri di taman itu justru menghadiahkan luka bagimu? Jadi, kumohon ... biarkan aku pergi." - Camellia Arumi.
.