sanwonie
"Udah telat, bawa makeup, seragam juga nggak lengkap. Lo mau jadi apa di sekolah ini?" - Leo
"Aku cuma telat lima menit, kak. Yang lain juga sering, tapi kenapa aku terus yang kamu berhentiin?" - Sangwon
"Karena lo nggak pernah belajar dari peringatan, jangan samain diri lo sama murid lain." - Leo
"Lucu ya, kak. Dari ratusan murid, cuma aku yang kamu perhatiin sedetail ini. Atau emang dari awal aku cuma kelihatan sebagai masalah di mata kakak? Justru karena aku lihat murid lain bisa lolos, aku mulai mikir kamu emang sengaja." - Sangwon
____
Leo dikenal sebagai ketua OSIS paling ditakuti di sekolah, dingin, minim kata, dan selalu berdiri di garis paling depan aturan, satu tatapannya cukup membuat lorong kelas sunyi, satu perintahnya mampu menghentikan langkah siapa pun yang mencoba melawan. Sangwon, murid kelas sebelas dengan reputasi buruk soal disiplin, entah bagaimana selalu berada tepat di garis pandang Leo. Terlambat, berseragam tak lengkap, dan membawa make-up yang seharusnya tak ada di tas sekolah.
Bagi Sangwon, Leo hanyalah kakak kelas yang menyebalkan yang gemar mencari-cari kesalahan, hukuman demi hukuman terasa seperti bentuk penghinaan yang disengaja, membuatnya muak sekaligus waspada.
Namun Sangwon tak pernah tahu, di balik setiap teguran dan sita barang. Leo sedang menahan sesuatu yang jauh lebih berbahaya dari pelanggaran aturan, perasaan yang tumbuh sejak ia MPLS dan tak pernah ia beri ruang untuk diucapkan.
Di antara disiplin yang terlalu sering dan jarak yang terlalu dekat, batas antara benci dan perhatian mulai kabur, dan Sangwon perlahan menyadari ketua OSIS itu mungkin bukan sedang menghukumnya, melainkan mengawasi, memastikan ia tetap berdiri, meski harus dibenci untuk itu.
©. Leo x Sangwon
versi Lokalan