Chanbaek GS
45 historias
Sexy Wife ✔ por closertocb
closertocb
  • WpView
    LECTURAS 74,205
  • WpVote
    Votos 3,910
  • WpPart
    Partes 4
Hanya cerita pendek untuk mengobati rindu sama cast dari series pertama All Alone All Along
(END) My Endless Love por LordJoongie84
LordJoongie84
  • WpView
    LECTURAS 122,108
  • WpVote
    Votos 11,284
  • WpPart
    Partes 11
Mereka sudah bersama sejak sekolah menengah pertama, tiga orang dari latar belakang kelurga yang berbeda. Park Chanyeol Dia putra pertama dari seorang dosen di Universitas Sunkyunghwan. Pembawaannya yang tenang dan dewasa membuat dia selalu dijadikan sandaran yang lain. Tapi jangan salah, kalau sudah bertemu dengan dua sahabatnya itu, sikap tenang dan dewasanya hilang. Chanyeol bisa berubah menjadi sosok pecicilan yang kalau sedang bicara tak bisa dihentikan. Kim Jongdae Jongdae adalah putra tunggal dari sepasang dokter bedah di Rumah sakit pusat Seoul. Dari kecil dia sudah disiapkan untuk melanjutkan tradisi di keluarganya, menjadi seorang dokter. Di rumah dia tertekan dengan keadaan. Tapi di luar itu, di tengah sahabatnya, dia menjadi sosok yang tak kalah bobroknya dari Chanyeol. Byun Baekhyun Sosok yang paling cantik diantara kedua pria itu. Dia satu-satunya anak perempuan di keluarganya, empat saudaranya laki-laki semua. Tiga kakak dan satu adik. Ayahnya seorang pengusaha tembikar yang namanya sudah sangat terkenal di Busan. Ibunya seorang psikiater dan dia sendiri memilih design sebagai jalur karirnya. Baekhyun sosok periang yang mudah sekali bergaul dengan orang lain. Dia menjadi sosok yang paling dimanja, baik oleh keluarganya ataupun kedua sahabatnya. Tubuhnya yang kecil, mungil dengan pipi merona alami membuat orang lain tak percaya kalau sekarang ini usianya sudah menginjak dua puluh enam tahun. Lebih gilanya, adik dan dua sahabat baiknya itu selalu memaksa Baekhyun memanggil mereka 'oppa'. "Oppa kepalamu itu!" seru Baekhyun satu hari saat Chanyeol memaksanya memanggil 'oppa'. "Ayolah! Kau benar-benar terlihat masih kecil Baekhyunie. Call me oppa! oppa juseyo!" plak! Baekhyun mendelik tajam sambil memukul kepala Chanyeol. Gadis itu kemudian berdiri diatas bangku taman demi menyamakan dirinya dengan Chanyeol. "Sekali lagi kau bicara seperti itu, mati kau!"
(End) Second Chance por LordJoongie84
LordJoongie84
  • WpView
    LECTURAS 172,909
  • WpVote
    Votos 14,550
  • WpPart
    Partes 13
Bagi dia yang pernah mati-matian berjuang dan bertahan dalam sebuah hubungan yang biasa disebut cinta, tapi sebuah pengkhianatan adalah akhir dari segalanya. Byun Baekhyun tak pernah menyangka, pria yang selalu dia banggakan, yang dia cintai dengan tulus, yang demi pria itu dia sanggup melakukan apapun, ternyata tak lebih dari pecundang yang tak bertanggungjawab. Sakit yang dia rasakan, mungkin tak banyak orang yang bisa ikut merasakan. Mereka mudah menilai sesuatu dengan kalimat 'Kenapa karena pria saja kau bisa seperti ini Baek-ah?' Bukan, ini bukan hanya tentang seorang pria. Ini tentang sebuah kepercayaan yang kemudian dikhianati. Bukan hanya tentang rasa sakit, tapi sebuah kekecewaan yang sampai detik ini tak pernah terlampiaskan.
The Best Ending [ END ] por LordJoongie84
LordJoongie84
  • WpView
    LECTURAS 189,537
  • WpVote
    Votos 16,368
  • WpPart
    Partes 14
"Dua tahun itu lama Hyung, ada 24 bulan, dan lebih dari 700 hari, apakah selama itu, hatinya tak pernah terbuka untukmu? Kau bodoh atau apa sih hyung?" Aku hanya diam menatap pria yang duduk di depanku. Wajahnya terlihat kesal karena sejak tadi aku hanya diam mendengar ocehannya. "Kau tak akan mengerti apa yang saat ini aku rasakan, sampai kau menemukan seseorang yang bisa membuat hatimu tak hanya bergetar, tapi juga membuat seluruh isi kepalamu ingin melakukan semua untuknya. Entah itu menyakitimu sendiri atau bahkan di luar nalarmu sebagai pria." "Kau bodoh! Logikamu kalah dengan perasaanmu. Kau biarkan perasaanmu mengambil alih semuanya. Ayolah hyung! Berhenti mengharapkan dia membalasmu, dengar! Aku bisa mencarikanmu ratusan perempuan yang lebih baik darinya. Jadi... Ceraikan dia hyung." Aku hanya menarik nafas panjang kemudian membuangnya dengan perlahan. Bukan tentang dia yang tak mencintaiku lalu dengan gampang aku katakan kita bercerai. Tidak! Sekalipun dia berteriak di depanku meminta cerai, aku tak akan melakukannya. Bukan karena aku bodoh, tapi karena janji yang sudah kuucapkan bukan hanya di hadapan Tuhan, tapi juga di hadapan kedua orang tuanya, bahwa aku hanya menikah sekali seumur hidupku.
(End) My Punishment por LordJoongie84
LordJoongie84
  • WpView
    LECTURAS 150,500
  • WpVote
    Votos 9,914
  • WpPart
    Partes 7
"Daddy" Chanyeol menatap bocah empat tahun yang menatapnya dengan mata berbinar itu. Lelahnya luruh seiring dengan rentangan tangan kecil itu di hadapannya. Dia tak punya pilihan lain selain membalas tatapan itu dengan sebuah senyuman. Tak menunggu lama, tubuh gempal itu sudah terayun di pelukannya. Bocah itu terkekeh bahagia dalam rangkulan pria tinggi berambut ikal itu. "Jaehyunie!" "Eomma! Daddy datang!" seru bocah itu dalam dekapan Chanyeol. Perempuan yang di panggil 'eomma' oleh bocah itu, hanya menatap Chanyeol sekilas lalu kembali masuk ke dalam rumahnya. "Eomma sudah masak enak. Ayo masuk daddy!" "Ehm. Daddy tanya, Jaehyunie tidak merepotkan eomma selama daddy pergi?" "Tidak. Jaehyunie jadi anak yang baik." "Bagus. Daddy bangga pada jagoan daddy ini." "Daddy!" "Oleh-oleh." "Aigoooo! Daddy membawakan figur deadpool untukmu. Kau pasti menyukainya." "Jaehyunie ayo masuk!" "Daddy! Eomma memanggil!" bocah berambut jamur itu mengerjap lucu. Chanyeol tersenyum dan membawa anak itu masuk ke dalam rumah. "Nasi goreng kimchi. Yeaaayyyy!" pekik Jaehyun dari pelukan Chanyeol. Pria itu mendudukkan Jaehyun di kursi khusus untuknya, lalu dia duduk di samping jagoan kecilnya. "Daddy juga menyukai nasi goreng kimchi buatan eomma?" "Ehm. Tentu saja." Chanyeol melirik ibu Jaehyun. Perempuan yang sudah lebih dari empat tahun itu tak pernah merubah ekspresi wajahnya bila berhadapan dengannya. Dingin dan tak acuh. "Eomma tidak menyiapkan sarapan untuk daddy?" Tanya si kecil Jaehyun. Si ibu langsung berdiri dari duduknya, dan kembali dengan sepiring nasi goreng kimchi. "Ck...ck... Eomma lagi-lagi tak membuatkan daddy telur mata sapi. Ehm." Perempuan itu mendesah pelan, lalu memotong telurnya menjadi dua dan membaginya ke piring Chanyeol. "Daddy jangan khawatir, nanti aku akan mengingatkan eomma untuk membuatkan telur yang utuh untuk daddy." Chanyeol mengusap kepala Jaehyun. Senyumnya terkembang tipis. "Selamat makan daddy!" "Ehm. Selamat makan jagoan!"
Cause Her You! por LordJoongie84
LordJoongie84
  • WpView
    LECTURAS 91,339
  • WpVote
    Votos 8,663
  • WpPart
    Partes 8
Baekhyun menatap layar ponselnya. Ada foto dirinya dan dua bocah kecil beda usia disana, yang selalu membuatmu tersenyum bahagia. Park Jaehyun, si sulung yang manis dan selalu mampu menunjukkan cinta dan kasih sayangnya untuk dirinya yang adalah bibi dari bocah itu. Jaehyun sangat manis dan cerdas, juga cukup dewasa di usianya yang baru menginjak tujuh tahun. Park Jiyeon, si cantik berkulit susu yang manja. Yang selalu merengek padanya untuk ditemani tidur. Jiyeon yang sangat menyukai telur dadar dan nasi goreng buatannya. Jiyeon yang selalu bisa membuatnya melupakan lelahnya. Hah! Mereka harta yang paling berharga, yang ditinggalkan sang kakak untuknya.
The First and The Last por LordJoongie84
LordJoongie84
  • WpView
    LECTURAS 2,420
  • WpVote
    Votos 206
  • WpPart
    Partes 2
Sesosok perempuan berdiri di tengah ruangan apartemen. Kedua matanya tertutup kain hitam. Kedua tangannya meremat tas yang dia bawa. Penampilannya rapi, memakai kemeja putih di bagian dalam, lalu blazer abu yang di padu dengan rok span sebatas lutut dengan warna senada. Hembusan nafasnya halus, seolah sedang meyakinkan dirinya bahwa tindakan yang dia ambil saat ini, sudah benar. "Kau sudah datang?" Suara itu terdengar menggema di ruangan. Perempuan itu menggerakkan kepalanya, sedang berusaha mencari sumber suara. Dari depannya ataukah dari samping dan mungkin saja dari belakang. "Melangkahlah ke depan! Aku akan membimbingmu." Perempuan itu mengikuti si pemilik suara. Dia berjalan ke depan. Sampai sebuah tangan menghentikannya. Nafas perempuan itu naik turun dengan sangat cepat. "Bukankah seharusnya kau tidak berada disini?" tanya pemilik suara. "Ini yang pertama untukmu? Kau yakin dengan keputusanmu ini?" Perempuan itu menarik nafas perlahan. Dia mengatur nafasnya di tengah kegundahan hatinya atas pertanyaan itu. Kalau tidak karena sebuah masalah besar dalam hidupnya, dia tak akan mengambil keputusan segila ini. "Saya yakin!" balasnya.
[END] P E K A por Jfryamzpark
Jfryamzpark
  • WpView
    LECTURAS 39,455
  • WpVote
    Votos 4,186
  • WpPart
    Partes 30
[CBGS] Aya tuh sebenernya bersyukur banget bisa masuk di kelas akselerasi. Entah kenapa, dia selalu ngerasa bangga tiap kali ngomongin kelas percepatan yang bisa lulus hanya dalam kurun waktu 2 tahun. Tapi satu satunya hal yang ngebuat Aya agak nyesel masuk dikelas akselerasi itu ya Ale. Dari sekian banyaknya populasi di sekolah, kenapa harus Ale yang sekelas sama dia? Kenapa dia harus sekelas sama orang nyebelin kaya Ale? [04 Januari 2021 - 23 Juli 2022]
Sweet Potato(Chanbaek GS - Short Story)✅ por soo_yong
soo_yong
  • WpView
    LECTURAS 60,418
  • WpVote
    Votos 4,064
  • WpPart
    Partes 5
Warning 21+ Sweet Potato adalah sebuah istilah yang Chanyeol ciptakan. Sweet Potato, Chanyeol menyebutnya seperti itu walaupun rasanya tidak manis sama sekali.
Love Is Never Wrong por LordJoongie84
LordJoongie84
  • WpView
    LECTURAS 3,467
  • WpVote
    Votos 394
  • WpPart
    Partes 2
Pertemuan tak terduga itu, menghasilkan sebuah perasaan cinta. Entah di sadari atau tidak, nyatanya.... senyum tipis yang terkembang di bibir gadis itu, mampu menghadirkan debar halus di dada seorang pria. Chanyeol tak menyangka, hari itu akan mengubah segala hal yang sudah direncanakan keluarganya untuk masa depannya. Byun Baekhyun... Nama itu dan sosoknya mampu mengusik sisi hati seorang Park Chanyeol yang selama ini tak pernah di sapa oleh siapapun, bahkan oleh perempuan yang menjadi tunangan. Benar, dia sudah memiliki tunangan. Namun semua dia lakukan hanya untuk urusan bisnis keluarganya. Tapi hatinya bergetar untuk seorang yang dia temui di hari dimana saat itu, pernikahannya mulai direncanakan. Dan dia berani mengatakan, dia jatuh terpesona pada sosok itu.